Novel Baswedan Seharusnya Audit Formula E, bukan Bisnis PCR

0
202

Pertama.id – Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri Ferdinand Hutahaean menantang eks penyidik KPK Novel Baswedan bersama Kaukus Masyarakat Sipil mengaudit proyek Formula E Jakarta.

Hal itu disampaikan Ferdinand menanggapi langkah Novel Baswedan bersama Kaukus Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial ingin mengaudit PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI) yang sahamnya antara lain dimiliki oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Novel bahkan mengeklaim telah melakukan penyelidikan singkat terkait dugaan korupsi bisnis PCR.

“Kalau memang mereka mau mengaudit, audut dahulu, lah, bongkar dahulu pekerjaan atau proyek yang menggunakan dana pemerintah,” kata Ferdinand kepada JPNN.com, Selasa (30/11).

Dia menilai PT GSI yang disebut berbisnis PCR menggunakan dana sendiri, bukan duit APBN maupun APBD.

Seharusnya, kata Ferdinand, Novel bersama teman-temannya di kaukus itu membongkar dahulu kejanggalan-kejanggalan proyek yang jelas-jelas memakai uang rakyat.

“Seperti, di Jakarta, ya. Banyak sekali kejanggalan-kejanggalan. Satu saja dahulu, meskipun sangat banyak. Contoh, Formula E, itu kan sangat janggal, mengapa mereka tidak bersuara untuk mengaudit itu dahulu,” ucap Ferdinand.

Eks politikus Partai Demokrat itu menantang Novel menyelidiki dugaan korupsi proyek Formula E.

Sebab, hingga kini fee yang dibayarkan untuk Formula E, uang yang dikeluarkan untuk ajang balap mobil listrik itu sangat besar.

“Namun, kita (masyarakat, red) tidak tahu itu sebetulnya dibayarkan kepada siapa, yang menerima siapa, transfernya ke bank mana, oleh siapa, melalui siapa? Kan tidak jelas,” ujar Ferdinand.

Dia menambahkan jika Novel dan kaukus itu ingin mengawasi penggunaan uang negara, seharusnya mereka membongkar dugaan korupsi Formula E yang juga tengah diusut oleh KPK.

“Jadi, terlihat sekali perbandingannya. Terkait dugaan penyimpangan yang ada di dalam APBD, mereka diam, tetapi (bisnis PCR) hanya ingar bingar politik yang menggunakan uang swasta, mereka ingin mengaudit, mengobok-obok, ini kan lucu,” pungkas Ferdinand Hutahaean.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY