Cerita Bu Mega Merasa Lega karena Pengisian Ketua MPR Tanpa Pemungutan Suara

0
306

Pertama.id-Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri kedatangan para pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2019-2024, Kamis (10/10) sore. Megawati usai pertemuan di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat menceritakan tentang keinginannya soal pemilihan ketua MPR yang akhirnya terwujud.

Ketua umum PDI Perjuangan itu menuturkan, pertemuannya dengan pimpinan MPR 2019-2019 yang dipimpin langsung oleh Bambang Soesatyo berlangsung rileks. “Saya berterima kasih karena pada hari ini kami bertemu, bersilaturahmi dan dengan hangat tadi yang dikatakan beliau, kami lakukan dengan rileks dan terbuka,” katanya.

Putri Proklamator RI Bung Karno itu lantas menceritakan perintahnya kepada kader-kader PDIP di MPR soal pemilihan ketua di lembaga yang menghimpun anggota DPR dan DPD tersebut. Megawati menuturkan, MPR harus benar-benar bisa mewujudkan esensi permusyawaratan.

“Saya selalu menekankan kepada Fraksi PDI Perjuangan untuk coba tolong didorong, kalau namanya mau memilih pemimpin di MPR itu seharusnya kolektif kolegial, musyawarah mufakat. Karena nama Majelis Permusyawaratan Rakyat, jadi kalau pakai voting-voting saya bilang bukan jalannya Indonesia,” ujarnya.

Megawati pun mengaku bersyukur karena pengisian ketua MPR 2019-2024 bisa dilakukan tanpa pemungutan suara. Sebab, prosesnya bisa dilakukan melalui musyawarah mufakat.

“Alhmadulillah dapat dilaksanakan. Inilah buktinya hari ini kami berkumpul dan dapat terus membicarakan hal yang akan disampaikan di persidangan MPR yang akan datang,” kata Mega.

Seperti diketahui, Bambang Soesatyo alias Bamsoet dari Partai Golkar terpilih secara aklamasi sebagai ketua MPR 2019-2024. Adapun wakilnya adalah Ahmad Basarah (PDI), Ahmad Muzani (Gerindra), Syarif Hasan (Partai Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Jazilul Fawaid (PKB), Hidayat Nur Wahid (PKS), Arsul Sani (PPP), Lestari Moerdijat (NasDem) dan Fadel Muhammad (DPD).

Pengisian ketua MPR 2019-2024 nyaris dilakukan melalui voting antara Bambang dengan Muzani. Namun, Megawati akhirnya berkomunikasi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiyanto sehingga Muzani menarik diri dan Bamsoet terpilih secara aklamasi untuk memimpin MPR.

“Bapak Prabowo dan Ibu Mega bersepakat untuk kepentingan yang lebih besar kami menjaga forum musyawarah dalam berbagai kebijakan penting dalam membangun bangsa dan negara,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI Ahmad Riza Patria dalam sidang paripurna pada Kamis lalu (3/10) lalu.(boy/jpnn) 

LEAVE A REPLY