Warga Pegunungan Papua Jangan Sampai Termakan Isu Hoaks di Wamena

0
52

Sejumlah warga yang berdomisili di wilayah pegunungan tengah Papuadiminta jangan termakan isu-isu yang tidak bertanggung jawab menyusul demo ricuh beberapa waktu belakangan itu.

Terutama terkait demo yang berujung kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9)

“Warga di wilayah pegunungan ini kita hanya dilemahkan dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua, Christian Sohilait melalui telepon selulernya dari Jayapura.

Menurutnya, saat ini beredar isu hoaks soal adanya warga Papua yang menyisir pendatang di Wamena. Isu hoaks ini yang membuat khawatir warga setempat.

“Saya selaku Sekda Lanny Jaya memberikan imbauan kepada seluruh warga di Lanny Jaya tapi juga dinseluruh wilayah pegunungan Papua agar supaya jangan cepat termakan isu,” ujarnya.

Christian mengatakan, kalaupun ada isu-isu yang didengar bisa bertanya kepada pihak-pihak yang bisa memberikan klarifikasi.

“Kita punya imbauan di Lanny Jaya sudah sampaikan lewat Asisten I Sekda Lanny Jaya dan juga lewat gereja-gereja bahwa situasi ini sudah mulai normal kembali,” ujarnya.

Pada Kamis (26/9) Asisten I Sekda Lanny Jaya, Leteren Yigibalom bersama beberapa kepala-kepala bidang mengelilingi Kota Tiom.

Rombongan ini menyampaikan kepada warga yang berjualan di pasar, tukang ojek dan pasar mama-mama untuk memberikan imbauan keamanan.

Dia menegaskan, tidak ada eksodus mengenai orang pendatang keluar. Dia juga membantah ada penyerangan dari anggota aparat kepada warga asli Papua. Itu tidak benar.

Informasi bahwa ada pihak dari luar akan masuk dan memporak-porandakan Papua karena dari PBB dan lain-lain itu juga tidak benar.

“Karena itu saya pikir warga di Lanny Jaya tapi juga di wilayah pegunungan Papua kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Wamena, pada Senin, 23 September 2019 itu menyebabkan 33 orang meninggal dunia, baik warga pendatang maupun warga Papua.

Pedemo juga merusak dan membakar ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta di daerah tersebut.(antara/jpnn)

Sumber :JPNN

LEAVE A REPLY