Usai Pemilu, Perusahaan Jusuf Kalla Incar Laba Bersih Rp 668,25 Miliar

0
133

 Usai Pemilu, Perusahaan Jusuf Kalla Incar Laba Bersih Rp 668,25 Miliar

Pertama.id – Salah satu perusahaan milik Wakil Presiden Jusuf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menargetkan laba bersih Rp 668,25 miliar tahun ini. Angka tersebut tumbuh sebesar 14,25 persen dari Rp 573,01 miliar di sepanjang tahun 2018.

Direktur Bukaka Teknik Utama Afifuddin Kalla, mengatakan bahwa pertumbuhan laba bersih akan ditopang oleh pendapatan perseroan tahun ini yang diperkirakan akan mencapai Rp 6,25 triliun, naik 39,39 persen dari Rp 4,68 triliun di tahun 2018.

“Pemilu sudah selesai kita harapkan pembangunan terus berjalan, mudah-mudahan pembangunan infrastruktur terus digenjot sehingga buat sales bukaka terus meningkat,” katanya, Bogor, Selasa (30/4).

Menurutnya, pendapatan terbesar perseroan paling besar dikontribusikan dari bisnis engineering, procurement & construction (EPC). “Pendapatan Rp 6,5 triliun paling besar dari EPC itu sekitar 50 persen, kedua proyek tower listrik atau transmisi 15 persen, ketiga baarding bridge dan lain-lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut Afif menuturkan bila pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, yaitu tumbuh sebesar 5,17 persen lebih stabil bila dibanding dengan pertumbuhan tahun 2017 yaitu sebesar 5,07 persen.

Faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan antara lain kebijakan Pemerintah atau sektoral yang mendukung, peningkatan pengeluaran Pemerintah dan peningkatan investasi. Perkiraan pertumbuhan ekonomi ini diharapkan dapat membangun optimisme akan penguatan daya beli konsumen.

“Pemulihan ekonomi ini diharapkan menciptakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi regional sehingga pada akhirnya geliat industri akan mendorong permintaan terhadap penyediaan tenaga listrik yang memadai di berbagai daerah,” terangnya.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal, perseroan pun telah menyusun strategi yang fokus dan terarah pada bidang ketenagalistrikan dan sektor-sektor terkait lainnya dalam rangka memfasilitasi ekspansi bisnis dibidang usaha pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pembangkit listrik tenaga mini hydro (PLTM).

“Pada Tahun 2018 kami telah melakukan Investasi sebesar 25 persen ke PT Poso Energy yang merupakan Perusahaan yang memiliki PLTA dengan Kapasitas 195 MW. Kami akan meningkatkan kapasitas menjadi 515 megawatt di PLTA Poso I dan Poso II,” tandasnya.

sumber : jawapos

LEAVE A REPLY