Ulama dan Ekonom Bisa Jadi Pemimpin Alternatif

0
72

Pertama.id-Menjelang perhelatan akbar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PIlpres) 2019 mendatang, makin ramai di publik yang memperbincangkan tentang pemimpin alternatif. Ada harapan sebagian masyarakat  agar Pilpres 2019 mendatang bisa muncul figur lain selain Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Siapakah mereka?

Kelompok Diskusi dan Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) April lalu sempat merilis hasil survei bertajuk “Pemimpin Umat”. Nama-nama yang dipilih dalam jajak pendapat itu, antara lain Habib Rizieq Shihab di urutan pertama, menyusul KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ustaz Abdul Somad, TGB Zainul Majdi, KH Ma’ruf Amin, dan Jokowi berada di urutan ke-6. Ada pula nama lain seperti KH Musthafa Baisri (Gus Mus), KH Yusuf Mansur dan tokoh-tokoh lain.

“Yang menjadi tantangan justru tokoh-tokoh (gerakan) 212 seperti Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI) dan Anies Baswedan enggak masuk dalam kategori pemimpin umat,” kata pengamat politik yang juga Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio saat dihubungi wartawan, Sabtu (9/6).

Artinya, menurut Hendri, pemimpin alternatif belum mengerucut ke satu tokoh. Termasuk umat Islam yang masih dalam posisi menyeleksi siapa figur yang layak menjadi pemimpin alternatif.

“Apakah itu sosok Prabowo, TGB Zainul Majdi (Gubernur NTB) atau malah tokoh alternatif seperti Rizal Ramli yang akan dipilih untuk menyaingi Jokowi nanti,” sambungnya.

Masyarakat termasuk umat Islam, lanjut Hendri, masih memilih tokoh sesuai dengan kebutuhan.

“Misalnya saat ini kebutuhannya adalah ekonomi, karena Indonesia sedang tidak baik secara ekonomi maka yang yang akan lebih dicari itu ya orang-orang yang memiliki background ekonomi Bagus. Ya salah satunyya Rizal Ramli,” jelasnya.

Pilihan lainnya, bila umat Islam membutuhkan tokoh yang ulama sekaligus umaro, yang dipilih adalah TGB Zainul Majdi atau beberapa calon alternatif lain yang selama ini beredar, seperti Mentri Kelautan Susi Pujiastuti atau mantan Ketua KPK Abraham Samad.

“Tapi yang jelas masih selektif dan masih cair sekali pilihannya. Jadi enggak berarti dia harus (tokoh) dari partai politik atau dari militer, tetapi lebih ke kebutuhan,” tutupnya.(jpnn)

LEAVE A REPLY