TNI Musnahkan 30 Pucuk Senjata Rakitan, Milik Siapa?

0
28

Pertama.id – TNI musnahkan sebanyak 30 pucuk senjata rakitan jenis Springfield milik warga eks Timor Timur (sekarang Timor Leste). Pemusnahan dilakukan oleh personel Korem 161/Wirsakti Kupang, di Markas Lantamal VII Kupang, Sabtu (6/3). Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya mengatakan, puluhan senjata rakitan itu diperoleh personel Satgas Pamtas RI-RDTL yang sudah bertugas selama sembilan bulan di daerah perbatasan itu.

“Senjata-senjata ini diberikan secara sukarela oleh warga di daerah perbatasan kepada personel Satgas Pamtas, berkat operasi teritorial yang dilaksanakan oleh personel satgas Pamtas saat bertugas di daerah perbatasan,” ujar Samuel kepada wartawan di Kupang, Sabtu (6/3).

Selama bertugas di perbatasan, dua satuan yakni Yonarmed 3/105 Tarik sektor Barat yang bermarkas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Yonif Raider Khusus 744/SYB yang bermarkas di Belu, banyak membantu warga di perbatasan. Mereka merawat warga yang sakit, kemudian dalam hal pertanian, pendidikan dan dalam sektor lainnya. Hasilnya warga di perbatasan jadi lebih dekat dengan anggota Satgas Pamtas.

“Dengan sukarela warga di kawasan perbatasan itu menyerahkan senjata rakitannya beserta amunisinya,” kata dia. Dia menyebutkan, selain senjata rakitan jenis Springfield, warga di kawasan perbatasan juga menyerahkan senjata milik TNI seperti dua unit senjata standar TNI jenis SKS, satu unit senjata standar TNI jenis Mouser dan satu jenis senjata standar TNI jenis SP-1.

Tak hanya itu warga juga menyerahkan sejumlah amunisi atau peluru tajam dengan ukuran 5,56 milimeter untuk senjata M-16 sebanyak 173 butir, peluru tajam untuk senjata SKS dengan ukuran 7,62 milimeter sebanyak 159 butir.

Disamping itu, kata dia, juga ada dua buah granat nanas, lalu granat K-75 yang masih aktif serta satu unit mortir. Semuanya itu lanjut Komandan berbintang satu itu diberikan secara sukarela dan ada berita acaranya.

Komandan Yonarmed 3/105 Tarik Letkol Arm Laode Irwan Halim mengatakan, untuk sektor Barat yang bermarkas di Kabupaten TTU ada 22 pucuk senjata laras panjang rakitan, pistol rakitan dan satu buah granat aktif yang diperolehnya dari warga sekitar.

Menurut dia masih banyak warga di perbatasan RI-RDTL yang masih memegang senjata rakitan bahkan senjata standar TNI itu. “Tapi masih banyak juga yang tidak berani memberikannya,” jelas dia. Oleh karena itu dia berharap personel yang baru bertugas di perbatasan diharapkan memberlakukan pembinaan teritorial. “Sehingga bisa menarik kemauan dari warga perbatasan yang merupakan warga eks Timor Timur untuk menyerahkan senjata-senjata secara sukarela,” pungkas dia.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY