Tingkatkan Pangsa Pasar, Grab Garap Kalangan Akademisi

0
72

Pertama.id- Grab meningkatkan penetrasi pasar di lingkungan akademisi dengan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kedua belah pihak berkolaborasi dalam pengembangan inovasi bidang teknologi.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyatakan, kerja sama itu terkait dengan pengembangan inovasi dan sumber daya manusia (SDM).

Saat ini Grab berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang teknologi sebagai bagian dari masterplan Grab for Indonesia 2020.

’’Ini kerja sama yang bersejarah bagi Grab,’’ kata Ridzki, Senin (22/10).

Dia menyebut ITS sebagai salah satu PTN terkemuka di Indonesia dan tahun lalu menyandang sebagai perguruan tinggi paling inovatif di Indonesia.

’’Tentu kerja sama ini tidak jauh-jauh dari inovasi dan SDM. Dari pengembangan SDM, Grab punya komitmen Grab for Indonesia untuk pengembangan RnD (research and development) serta SDM,’’ ujar Ridzki.

Selain itu, pihaknya siap mengadakan mentorship kepada mahasiswa. Ada juga program magang. Jadi, dua pihak akan menerima keuntungan.

’’Dari mahasiswa bisa belajar, dari kami tentu bisa tapping ke one of the best talent resources di Indonesia,’’ tutur Ridzki.

Grab juga mendorong penggunaan teknologi di bidang transportasi di lingkungan ITS.

Yakni, menyiapkan fasilitas pendukung seperti Grab Smart Shelter, GrabFood Both, dan Grab for Business.

’’Selter yang disiapkan, selain sebagai lokasi penjemputan pelanggan, ada fasilitas wifi,’’ imbuh Ridzki.

Untuk Grab for Business, sebelum dengan ITS, hingga sekarang pihaknya bekerja sama dengan lebih dari tiga ribu perusahaan.

’’Secara keseluruhan, berdasar survei kami kepada pelanggan, saat ini pangsa pasar Grab di Indonesia sudah 65 persen. Juga, didukung independent research, ABI Research, yang menyebutkan pangsa pasar Grab tumbuh dari 30 persen pada 2017 menjadi lebih dari 62 persen,’’ terang Ridzki.

Rektor ITS Joni Hermana menuturkan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Dengan persiapan yang maksimal, mahasiswa bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

’’Salah satu caranya, berkolaborasi dengan perusahaan yang memang sesuai lingkungan bisnis era sekarang,’’ kata Joni. (res/c14/fal)

LEAVE A REPLY