Tindakan Kooperatif Bos Lippo Bantu Ungkap Kasus Meikarta

0
28

Pertama.id-Pakar Hukum Pidana Hery Firmansyah menyebutkan, pemanggilan yang dilakukan KPK terhadap Bos Lippo Group James Riyadi merupakan upaya mengungkap kasus dugaan suap proyek Meikarta.

Dia juga mengapresiasi tindakan kooperatif yang ditunjukkan James Riyadi karena memenuhi panggilan penyidik dan menjawab semua pertanyaan.

“Tentu ada informasi yang perlu didalami oleh KPK agar bisa merumuskan tindak pidana itu dengan benar pascaoperasi tagkap tangan yang dilakukan,” katanya, Rabu (31/10).

Dia menambahkan, langkah berikutnya yang dilakukan KPK adalah mendalami keterangan yang diberikan James.

“Sehingga dalam penanganan kasus ini tuntas dan bisa menghadirkan keadilan hukum yang substansial,” terang dia.

Sebelumnya, James Riady menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan KPK sebagai saksi dalam mengusut kasus dugaan suap perizinan pembangunan megaproyek apartemen yang dilakukan PT MSU di Bekasi itu.

Pernyataan ini disampaikan oleh James setelah selesai menjalani pemeriksaan di KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa malam (30/10).

“Saya baru saja selesai proses pemberian pernyataan di KPK. Selama sekian waktu saya telah menjawab 59 pertanyaan, mencakupi segala hal. Saya beri semua itu dengan kooperatif dan mendukung KPK dengan proses itu,” ujar James.

James juga menampik spekulasi yang beredar mengenai keterlibatannya dengan kasus hukum yang melanda PT MSU.

“Izinkan saya menyampaikan bahwa saya pribadi tidak mengetahui dan tidak memiliki keterlibatan dengan kasus suap di Bekasi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu James juga mengklarifikasi soal pertemuannya dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah.

“Tadi ada pertanyaan juga apakah saya ketemu bupati? Betul saya ketemu beliau akhir tahun lalu saat baru melahirkan. Kebetulan saya di Lippo Cikarang diberitahu beliau baru melahirkan. Saya sendiri baru saat itu tahu bupatinya wanita,” sambung James. (cuy/jpnn)

LEAVE A REPLY