Tes CPNS Kacau, Ujian Digelar Tengah Malam Hingga Pagi

0
160

Pertama.id-Kacaunya pelaksanaan tes CPNS hari pertama di beberapa daerah, dipicu oleh kinerja vendor yang ditunjuk Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Di sejumlah lokasi, perangkat komputer baru dipasang oleh vendor sehari sebelum ujian berlangsung. Tak pelak ketika hari H ujian, komputer beserta jaringannya belum siap.

Pelaksanaan lelang pengadaan sarana dan prasarana komputer untuk ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) oleh BKN berlangsung kilat. Pengumuman tender cepat bernilai Rp 324,5 miliar yang terbagi dalam empat paket dilansir pada 21 Oktober. Kemudian pada 22 Oktober pemenangnya diumumkan.

Diantara kasus penundaan yang terjadi adalah untuk seleksi SKD pelamar Pemkot Banda Aceh. Sejatinya ujian digelar Jumat (26/10). Tetapi akhirnya ditunda sampai batas waktu belum ditentukan.

Informasi dari panitia setempat penundaan tersebut dipicu keterlambatan vendor dalam menyediakan perangkat komputer. Vendor kedapatan baru memasang perangkat komputer Kamis (26/10) sore.

Meskipun sudah mengebut memasang komputer hingga Jumat dini hari, tetapi pada pagi harinya belum bisa digunakan. Untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh pelamar yang ujian di Aceh, dibutuhkan sekitar 2.000 unit komputer.

Sementara itu akibat penundaan ujian di Jogjakarta, ujian ditunda dengan waktu pelaksanaan yang tidak lazim. Salah satu sesi ujian untuk pelamar Kementerian Hukum dan HAM di Jogjakarta digelar Sabtu (27/10) pada pukul 00.00 – 01.30 WIB. Kemudian sesi berikutnya berlangsung pada 02.00 – 03.30 dan sesi terakhir pada pukul 04.00 – 05.30.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan masih mengecek kasus ujian dengan waktu pelaksanaan tidak lazim di Jogjakarta tersebut. Sebab selama ini penundaan ujian memang terjadi. Tetapi pelaksanaannya tidak sampai digelar pada malam hingga dinihari. Secara teknis yang mengatur penjadwalan ulang adalah instansi masing-masing.

Sementara itu terkait dengan vendor yang mepet memasang komputer sehingga mengganggu jadwal ujian, Ridwan mengatakan BKN melihat isi kontrak terlebih dahulu. Tidak menutup kemungkinan vendor tersebut mendapatkan teguran atau bahkan sanksi dari BKN.

Ridwan menjelaskan penyediaan logsitik berupa perangkat komputer merupakan tanggung jawab vendor. Di beberapa titik, ada komputer yang juga dipasang mepet dengan pelaksanaan ujian.

’’Di tempat lain juga begitu dan bisa digunakan,’’ tuturnya, Jumat (27/10). Ridwan juga mengakui bahwa tender berkategori tender cepat dan kontrak diteken pada 22 Oktober lalu. (wan/jun)

LEAVE A REPLY