Tema Saling Tolong dan Award untuk JK di Milad Muhammadiyah

0
75

Pertama.id- Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memberi perhatian serius pada berbagai musibah yang terjadi di Tanah Air belakangan ini. Berbagai bencana itulah yang mendorong Muhammadiyah mengusung tema Ta’awun untuk Negeri pada peringatan ulang tahunnya yang ke-106.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, tema Ta’awun untuk Negeri merupakan sebuah seruan untuk mengajak setiap masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama. Menurutnya, hal itu sesuai dengan nilai dasar Muhammadiyah yang selalu mengedepankan kemajuan bangsa dan negara, serta terus berupaya menggelorakan semangat tolong-menolong dan kerja sama.

“Pada milad ke-106 ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengendepankan sifat ta’awun (tolong-menolong, red) kepada sesama agar Indonesia menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” kata Haedar dalam peringatan milad ke-106 Muhammadiyah di Pura Mangkunegaran, Solo, Minggu (18/11) malam.

Lebih lanjut Haedar di hadapan 5.000 kader Muhammadiyah dan tamu undangan termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan tentang pentingnya peduli terhadap fenomena yang ada di dalam negeri, khususnya dalam hal kebencanaan. Oleh karena itu, Haedar mengimbau warga Muhammadiyah untuk terus menggelorakan semangat tolong-menolong dan kerja sama di masyarakat.

“Sejak terbentuk 18 November 1912 silam, Muhammadiyah selalu bergerak dalam konteks keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan dengan membawa nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, praksis sosial Islam yang diusung Muhammadiyah menggunakan alam pikiran Islam berkemajuan dengan pranata sosial yang modern,” jelas dia.

Haedar menambahkan, spirit ta’awun juga harus menjadi pedoman umat dalam melihat perbedaan pandangan politik. “Kita harus bisa memaknai spirit Islam Indonesia dan Indonesia Islam. Meski berbeda pandangan politik kita harus tetap bersaudara agar tidak merugikan sesama,” terang dia.

Pada kesempatan itu, Muhammadiyah juga memberikan penghargaan kepada Jusuf Kalla. Ada Muhammadiyah Award untuk tokoh asal Sulawesi Selatan yang kini memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

“Penghargaan kepada Jusuf Kalla merupakan tanda terima kasih seluruh warga Muhammadiyah karena aksi kemanusiaan dalam meredakan sebuah konflik yang terjadi di Indonesia. Selain itu pengaruhnya terhadap pembangunan Muhammadiyah hingga sebesar sekarang adalah bentuk kami memberi apresiasi terhadap beliau,” jelas Haedar.

Sedangkan JK -inisial kondang untuk Jusuf Kalla- dalam sambutannya mengapresiasi kiprah Muhammadiyah. “Selamat kepada Muhammadiyah yang sudah berusia 106 tahun dan telah mendedikasikan hidupnya untuk agama dan negara,” ucapnya.

JK juga mengucap syukur dan terima kasih atas pemberian Muhammadiyah Award untuknya. “Padahal saya sendiri termasuk pengurus NU. Semoga ke depan terjalin kolaborasi yang lebih baik lagi yang akan lebih baik untuk bangsa ini,” jelas dia.

Lebih lanjut JK menjelaskan, Muhammadiyah telah memberi contoh yang baik dalam menjaga bangsa. Padahal, negara-negara lain yang berpenduduk mayoritas muslim justru sarat konflik.

“Bangsa yang besar ini memang harus dijaga dengan upaya yang baik. Lima puluh persen negara Islam di dunia penuh dengan konflik dan tak terselesaikan hingga hari ini. Kita harus bersyukur bahwa konflik di negeri kita dapat terselesaikan dengan baik. Inti penyelesaian konflik itu adalah keadilan. Baik keadilan dalam sistem hukum, ekonomi, politik, maupun sosial masyarakat,” pungkas JK sebelum menekan tombol bersama sejumlah pejabat dan Ketua PP Muhammadiyah untuk eluncurkan gambar KH Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah.(ves/bun/jpg)

LEAVE A REPLY