Survei LSI Denny JA Ungkap Penyebab Elektabilitas PSI Jeblok

0
161

Pertama.id-Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan enam partai politik peserta Pemilu 2019 terancam tidak lolos ke Senayan. Sebab, enam partai tersebut memiliki elektabilitas di bawah satu persen. Sementara, ambang batas parlemen mencapai empat persen.

Satu dari enam partai yang tidak lolos parlemen yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Temuan LSI Denny JA, partai yang dipimpin Grace Natalie itu hanya memiliki elektabilitas 0,2 persen.

“Elektabilitas sebesar itu, membuat PSI terancam tidak lolos,” kata Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar ditemui di Jakarta Timur, Jumat (5/4).

Dia menyadari, PSI termasuk partai yang gencar melakukan kampanye. Tidak hanya itu, PSI rutin membeberkan program kerja jika masuk parlemen.

Hanya saja, kata dia, program kerja milik PSI ini tidak menuai simpati masyarakat, khususnya pemilih muslim. Sebab, mereka ingin menghapus Perda Syariah dan menolak poligami.

“Mereka mengambil visi dan misi yang belum tentu disukai khalayak ramai. Mereka memainkan perda Syariah, kemudian memainkan poligami. Kita tahu, pemilih Indonesia 90 persen muslim,” ucap dia.

Menurut dia, PSI berupaya mengambil ceruk pemilih minoritas ketika ingin menghapus Perda Syariah dan menolak poligami. Namun, upaya meraup ceruk pemilih minoritas itu berpotensi gagal. Kaum minoritas telah memiliki pilihan untuk partai politik lama seperti PDIP.

“Pemilih non-muslim ini kan belum tentu semuanya memilih PSI. Pemilih minoritas ini kan sudah merapat ke partai lama, seperti salah satunya PDIP,” pungkas dia.

Selain PSI, partai yang terancam tidak lolos ke parlemen yakni PBB (0,2 persen), PKPI (0,1 persen), Partai Garuda (0,1 persen), dan Berkarya (0,7 persen).

LSI Denny JA menggelar survei pada periode 18 sampai 26 Maret 2019 dengan melibatkan 1200 responden di 34 provinsi Indonesia.

LSI Denny JA menggelar survei dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei ini memiliki margin of error 2,8 persen. (mg10/jpnn)

 

LEAVE A REPLY