Suku Bunga Naik, Bank Bersaing Tingkatkan Penyaluran Kredit

0
77

Pertama.id-Bunga perbankan diprediksi tidak akan terpengaruh dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Tidak hanya untuk bunga simpanan, tetapi juga bunga kredit.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) menuruti kehendak pasar finansial dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin sepanjang Mei ini.

Saat ini BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) menjadi 4,75 persen.

Pada Maret lalu, pertumbuhan kredit secara year-on-year (yoy) tumbuh 8,54 persen.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) 7,66 persen atau lebih rendah daripada pertumbuhan kredit.

Meski begitu, tren akhir tahunan biasanya menunjukkan pertumbuhan kredit lebih rendah daripada pertumbuhan DPK.

”Artinya, orang masih akan simpan uang di bank berapa pun bunga simpanannya. Jadi, saat ini sebenarnya persaingan bank bukan pada perebutan dana nasabah, tapi lebih pada peningkatan penyaluran kredit,” ujar ekonom Institute for Development Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto, Kamis (31/5).

Kondisi likuiditas bank, terutama yang bersumber dari dana masyarakat, masih cukup.

Dalam tiga bulan ke depan, Eko memperkirakan bank belum menaikkan suku bunga simpanan maupun suku bunga kredit.

Situasi akan berubah jika BI kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 75 basis poin.

Jika itu terjadi, bank akan melakukan penyesuaian terhadap suku bunga simpanan dan kredit.

Sebelumnya, BI memberikan sinyal ruang pengetatan lanjutan dengan adanya kemungkinan penaikan lanjutan pada suku bunga kebijakan.

Menurut Eko, itu bisa dilakukan jika rupiah kembali bergejolak dan The Fed menaikkan suku bunga acuannya.

Jika rupiah masih belum stabil dan BI-7DRRR kembali naik, bank juga bisa langsung menaikkan suku bunganya. (rin/ken/c7/fal)

LEAVE A REPLY