Strategi Hyundai Bersaing dengan Produk Tiongkok dan Jepang

0
15

Pertama.id-Pabrikan Korea Selatan optimistis mampu bersaing dan mencatatkan pertumbuhan penjualan di tengah gempuran produk dari Tiongkok dan dominasi brand asal Jepang.

Berdasar data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan pabrikan Korea memang jauh di bawah hasil yang dibukukan brand Jepang.

Kendati demikian, dengan produk-produk yang ditawarkan, mereka masih bisa tumbuh setiap tahun.

Hyundai misalnya. Disokong penjualan upper MPV andalannya, H-1, sepanjang 2017 Hyundai mencatatkan penjualan sebanyak 1.339 unit. ”

Ya, hasilnya cukup bagus, meningkat tipis dibandingkan tahun lalu. Namun, sebenarnya kami menargetkan yang lebih tinggi di 2017. Cuma kami tahu market secara keseluruhan juga cenderung stagnan,” ujar Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno.

Meski hanya mencatat pertumbuhan tipis, Hyundai cukup percaya diri menargetkan penjualan 1.500–1.600 unit tahun ini.

Terlepas dari isu tahun politik, Hyundai meyakini target tersebut dapat dicapai.

”Selalu menarik jika bicara proyeksi tahun ini karena ada tahun politik. Kami sendiri berharap semua berjalan lancar. Kami ingin seperti Thailand yang kondisi ekonominya tidak terpengaruh kondisi politik,” ucap Mukiat.

Mengenai model yang akan menjadi andalan pada 2018, Hyundai masih merahasiakan dan menyatakan bahwa H-1 masih menjadi kontributor penting.

Namun, sekadar bocoran, Mukiat menyebut tahun ini setidaknya bakal ada lebih dari dua produk baru yang diluncurkan. Termasuk varian facelift.

”Belum bisa kami ceritakan detailnya. Tapi, pertengahan tahun akan ada peluncuran produk baru. Selain itu, akan ada satu produk facelift yang signifikan,” bebernya.

Selain mengandalkan produk baru untuk memperkuat market tahun ini, Hyundai mempelajari kemungkinan untuk berekspansi di lini produksi.

”Ekspansi produksi sedang dipelajari. Sebab, kami berencana men-CKD-kan (completely knocked down) satu produk lagi. Dan, kalau semua lancar, semoga bisa terealisasi di kuartal satu 2019. Harapannya bisa seperti H-1 yang kami produksi di Indonesia, lalu bisa ekspor ke Thailand,” paparnya. (agf/c17/fal)

LEAVE A REPLY