Soal Larangan Konsumsi Daging Anjing, Ganjar Penghargaan DMFI Award

0
67

Pertama.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong fungsi anjing untuk membantu tugas kepolisian.

Ungkapan itu disampaikan Ganjar untuk mendukung kampanye Jawa Tengah bebas konsumsi daging anjing terhadap Koalisi Dog Meat-Free Indonesia (DMFI).

Ganjar menyebut edukasi setop makan daging anjing dapat dilakukan dengan serius, tidak sebatas aturan maupun hukuman.

“Iya, kami dorong pada fungsi-fungsi, seperti menjadi K9, juga bisa untuk lucu-lucuan, jaga kebun dan rumah,” kata Ganjar kepada awak media seusai menerima penghargaan DMFI Award di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Kamis (17/3).

Ganjar menyebut penghargaan yang  diterimanya menjadi bukti keseriusan Pemprov Jateng melawan perdagangan dan konsumsi daging anjing.

“Di Sukoharjo sudah bertindak sampai ke pengadilan, bahkan di Brebes juga sudah membuat aturan tidak jual beli atau memakan daging anjing,” ucapnya.

Ganjar melanjutkan secara regulasi konsumsi daging anjing dilarang, terkait dengan potensi penyakit yang ditularkan hewan itu ke manusia.

“Daging anjing bukan untuk dikonsumsi, sudah ada regulasinya,” imbuhnya.

Dorongan melakukan edukasi terus digenjot Ganjar secara bersama, baik melalui DMFI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk masyarakat.

Dia bersedia menyediakan fasilitas kepada pedagang daging anjing untuk beralih menjual daging lainnya seperti kambing, sapi, dan ayam.

“Ayo berhenti makan daging anjing. Nanti yang jualan sengsu, sate jamu bisa berhenti ganti daging lain. Kami siap membantu,” tuturnya.

Proses untuk menghentikan pola konsumsi masyarakat pada daging anjing telah dilakukan secara bertahap oleh DMFI.

Koordinator Nasional Koalisi Dog Meat Free Indonesia Karin Franken mengatakan secercah keberhasilan mulai terlihat di Jawa Tengah dalam menangani peredaran dan konsumsi daging anjing.

“Jawa Tengah menjadi provinsi paling top, antusias kalau diajak kolaborasi. Makanya kami adakan DMFI Award di sini,” tuturnya.

Dia menyebut terdapat nilai positif di balik aksi Pemprov Jateng yang turut membantu meminimalisir praktik jual beli daging anjing.

Kendati demikian, kata dia, langkah tersebut tidak dapat berjalan sesuai rencana, dan memerlukan waktu.

Menurutnya, konsumsi daging anjing telah menjadi budaya di satu daerah di Jawa Tengah.

“Ada nilai di situ, harapanya saya semakin banyak kabupaten/kota yang akan ikut terlibat,” ucapnya.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY