Sikap KPU Menanggapi Tuntutan Pemungutan Suara Ulang di Sydney

0
46

Pertama.id-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunggu laporan resmi dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney terkait proses pemungutan suara di Sydney, Australia, pada 13 April 2019. KPU tidak ingin salah bersikap atas kejadian pemungutan suara di Sydney.

“Sydney kami masih menunggu laporan remsi dari PPLN sana, bagaimana kejadian sebenarnya, karena sekarang seakan-akan salah PPLN gitu,” kata Komisioner KPU, Ilham Saputra di kantornya, Jakarta, Senin (15/4).

Selain menunggu informasi PPLN, kata Ilham, KPU menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI atas kemungkinan menggelar pemungutan suara susulan.

Menurut dia, KPU bakal menggelar pemungutan suara susulan jika Bawaslu dan Panwaslu Australia menyatakan terdapat kesalahan PPLN Sydney dalam proses pemungutan suara Pemilu 2019.

“Nah, kalau panwas sana menganggap memang ada pelanggaran atau hal harus direkomendasi untuk pemungutan susulan, maka kita harus menjalankan,” ungkap dia.

Sebelumnya, muncul petisi daring agar dilakukan Pemilu ulang di Sydney, Australia. Hingga Senin (15/4), pukul 13.00 ini, petisi tersebut sudah ditandatangani sekitar 24.804 orang.

Petisi ini dibuat oleh ‘The Rock’, kelompok komunitas pemilih Indonesia di Sydney. Mereka membuat petisi ini untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pembuat petisi mengaku pemungutan suara Pemilu 2019 di Australia tidak berlangsung mulus pada 13 April 2019. Banyak warga Indonesia yang memiliki hak mencoblos, tidak dapat menyalurkan suaranya.

“Ratusan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih tidak diijinkan melakukan haknya, padahal sudah ada antrian panjang di depan TPS Townhall dari siang,” ucap pembuat petisi dalam laman change.org. (mg10/jpnn)

LEAVE A REPLY