Sentil Prabowo soal Lahan, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu

0
67

Pertama.id-Calon presiden nomor 01 Joko Widodo alias Jokowidilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Senin (18/2).

Koordinator Tim Advokasi Indonesia Bergerak, Djamaluddin Koedoeboen yang melayangkan laporan tersebut menuduh Jokowi telah menyerang pribadi Prabowo. Serangan itu berkaitan dengan pernyataan Jokowi yang menyebut capres 02 memiliki ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan dan Aceh.

“Yang beliau (Jokowi) sampaikan itu lebih kepada menyerang pribadi,” kata Djamaluddin usai melapor di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Dia menjelaskan, tanah yang dikuasai Prabowo bersertifikat Hak Guna Usaha (HGU), dengan kata lain, tanah tersebut masih sepenuhnya milik negara.

Selain hal itu, dia juga meluruskan bahwa HGU ratusan ribu hektare tanah itu bukan terdaftar atas nama Prabowo, melainkan atas nama perusahaan.

Atas alasan itu, dia menuding apa yang disampaikan Jokowi sebagai fitnah dan telah melanggar pasal 280 (ayat 1) huruf c UU 7/2017 tentang Pemilu. “Intinya adalah bahwa dugaan fitnah atau kebohongan capres 01,” tutur Djamaluddin seperti dikutip dari RMOL.

Bawaslu telah menerima laporan ini dan teregister dengan nomor: 18/ LP/ PP/ RI/ 00.00/ II/ 2019. Dalam laporannya, Djamaluddin melampirkan bukti berupa pemberitaan di beberapa media dan video debat kedua capres yang berlangsung di Hotel Sultan, Minggu (17/2) malam itu.

Terpisah, terkait dengan lahan HGU, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menantang Jokowi untuk berani membuka kartu timnya sendiri.

Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati mengatakan, kepemilikan lahan negara oleh elite bukanlah rahasia. Menurutnya, selain membongkar HGU milik Prabowo, Jokowi seharusnya juga berani mengungkap lahan negara yang dimiliki orang-orang dalam timnya.

“Ketika dia melontarkan kepada Pak Prabowo soal kepemilikan tanah ribuan hektare coba dia (Jokowi) lihat timnya ya. Di tim pemerintahannya dia juga, siapa aja yang memiliki lahan yang luas. Berani enggak?” ujarnya saat ditemui JawaPos.com di kantor WALHI, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Dia menyarankan agar Jokowi segera merilis nama-nama tersebut. Menurutnya, kepemilikan lahan yang luas oleh sejumlah orang di belakang calon petahana itu sudah cukup lama.

“Jadi jangan hanya lihat di lawannya (Prabowo). Karena memang itu dari dulu sudah seperti itu. Tapi juga timnya Jokowi yang berasal dari masa lalu kan juga harus berani (merilis),” ucap dia.

“Itu bukan rahasia lagi dan saya pikir menarik juga kalau Jokowi mengkritisi timnya sendiri gitu,” sambung anggota panelis debat kedua itu.

Sebelumnya, dalam debat, Jokowi mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki lahan total 340.000 hektare di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo pun tak membantah. Dia menjelaskan bahwa lahan yang disebut Jokowi berstatus HGU.

“Tadi disinggung tentang tanah yang saya kuasai ratusan ribu (hektare) di beberapa tempat, itu benar. Tapi itu adalah HGU, itu adalah milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua,” kata Prabowo.¬†(ian/rmol/jpc)

LEAVE A REPLY