SBY: Good Bye, Semoga Engkau Hidup Tenang

0
30

Pertama.id-Tangis Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali pecah ketika menceritakan perjuangan istrinya, Kristiani Herrawati alias Bu Ani melawan kanker darah selama empat bulan terakhir. SBY menyebut istrinya sebagai sosok yang tegar hingga jelang akhir hayatnya.

Berbicara di depan para pelayat di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6), SBY menceritakan saat-saat akhir kebersamannya dengan Bu Ani di National University Hospital (NUH) Singapura. SBY menuturkan, dirinya bersama dua putranya, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro beserta istri masing-masing bersiaga 24 jam di dekat Bu Ani sejak putri tokoh Kopassus Sarwo Edhie Wibowo itu dalam kondisi kritis.

SBY beserta keluarga terus berdoa dan tak beranjak dari ruang tempat Bu Ani dirawat. Dokter di NUH sudah memberi isyarat bahwa kondisi Bu Ani tak akan bisa bertahan lagi pada Jumat lalu (31/5).

Namun, kata SBY, istrinya masih mencoba melawan kanker darah di tubuhnya hingga detik-detik terakhir. Berbagai peralatan medis yang memantau kondisi Bu Ani juga menunjukkan perempuan kelahiran 6 Juli 1952 itu makin kritis.

“Dari statistik, indikator yang ada di layar monitor, sebagian perawat dan petugas medis mengatakan she could not survive, soon pass away (dia tak akan bertahan, segera meninggal dunia, red), tetapi ibu Ani masih berusaha bertahan selama 24 jam. Perawat mengatakan, she is really strong woman(dia sunggu perempuan kuat, red),” kata SBY di pendopo rumahnya.

SBY menambahkan, Bu Ani wafat dengan cepat dan tenang. Anak dan cucu SBY pun menyaksikan kepergian Bu Ani untuk selamanya.

Lebih lanjut SBY menceritakan kalimat perpisahannya dengan Bu Ani. Sembari terisak, ketua umum Partai Demokrat (PD) itu mengaku telah ikhlas melepas kepergian Ibu Negara Keenam RI itu.

“Saya cium keningnya. Saya ucapkan selamat jalan, istri tercinta. Good bye. Semoga engkau hidup tenang dan bahagia di sisi Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa,” terangnya.

LEAVE A REPLY