Riset Indomedia: PSI Paling Konsisten Merespons Isu Kebangsaan

0
33

Pertama.id-Indomedia Poll melakukan penelitian terhadap calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di 80 daerah pemilihan (dapil) yang berasal dari partai nasionalis, yakni PDI Perjuangan, NasDem, dan PSI.

Satu partai paling mendapatkan sorotan dalam Pemilu 2019, menurut Direktur Eksekutif Indomedia Poll, David Krisna Alka, adalah PSI. Dirinya menilai PSI merupakan partai yang paling responsif menanggapi isu kebangsaan.

“Caleg PSI merupakan yang memiliki kecenderungan merespon isu-isu kebangsaan, lebih mendominasi daripada partai lainnya” ujar David dalam rilis survei caleg nasionalis di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/3).

David mengungkapkan ada beberapa isu kebangsaan yang cepat direspon PSI. Isu tersebut diantaranya masalah perlindungan perempuan, anak, pemuda serta ekonomi Indonesia.

Menurutnya, ada beberapa caleg PSI yang kerap muncul di media untuk membicarakan isu kebangsaan. “Ada beberapa caleg di Dapil Sumatera Barat, ada tokoh muda Endang Tirtana itu banyak sekali merespon soal soal kebangsaan. Lalu ada Tsamara Amany, Grace Natalie,” ungkap David.

Berikut nama-nama caleg di masing-masing dapil yang masuk dalam konfigurasi caleg nasionalis;

Di Sumatera ada 17 dapil yang terdapat beberapa caleg bervisi nasionalis dengan reputasi baik. Di antaranya, Kamarudin Kamar (dapil Aceh 1 dari PSI). Kemudian, Yasonna H. Laoly (dapil Sumatera Utara 1 dari PDIP), Trimedya Panjaitan (dapil Sumut 2 dari PDIP), Irma Suryani (dapil Sumatera Selatan 2 dari NasDem), Endang Tritana (dapil Sumatera Barat 2 dari PSI), Taufik Basari (dapil Lampung 1 dari NasDem).

Kemudian di wilayah Jawa yaitu Banten dan DKI Jakarta, caleg yang bervisi nasionalis di dapil Ibu Kota dan Banten ini adalah Ahmad Sahroni (dapil DKI Jakarta 3), Rian Ernest Tanudjaja (dapil DKI Jakarta 1 dari PSI), Azmi Abubakar (dapil Banten 3 dari PSI), Grace Natalie Louisa (dapil DKI Jakarta 3 dari PSI).

Caleg yang bervisi nasionalis di wilayah Jawa Barat yakni, Rieke Diah Pitaloka (dapil Jabar 7 dari PDIP), Fajar Riza Ul Haq (dapil Jabar 5 dari PSI), Adian Yunus Yusak Napitupulu (dapil Jabar 5 dari PDIP), Dedek Prayudi (dapil Jabar 9 dari PSI), Ribja Tjiptaning Proletriyati (dapil Jabar 4), Teuku Taufiqulhadi (dapil Jabar 5 dari NasDem), Moh. Arief S. Suditomo (dapil Jabar 1 dari NasDem) dan Satia Chandra Wiguna (dapil Jabar 11 dari PSI).

Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ada Dini Shanti Purwono (dapil Jateng 1 dari PSI), Puan Maharani (dapil Jateng 5 dari PDIP), Harijanto Arbi (dapil Jateng 3 dari PSI), Hendrawan Supratikno (dapil Jateng 10 PDIP), Sugeng Suparwoto (dapil Jateng 8 dari NasDem), Redianto Heru Nurcahyo (dapil DIY dari PSI), Amelia Anggraini (dapil Jateng 7 dari NasDem), dan Mohammad Idham Samawi (dapil DIY dari PDIP).

Wilayah Jawa Timur yakni Ahmad Basarah (dapil Jatim 5 dari PDIP), A Effendy Choirie (Dapil Jatim 10 dari NasDem), Andy Budiman (dapil Jatim 1 dari PSI), Mohammad Guntur Romli (dapil Jatim 3 dari PSI), Danik Eka Rahmaningtyas (dapil Jatim 4 dari PSI), Surya Tjandra (dapil Jatim 5 dari PSI), dan Imam Addaruqutni (dapil Jatim 6 dari PSI).

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara yakni Andreas Hugo Pareira (dapil NTT 1 dari PDIP), Kurtubi (dapil NTB2 dari NasDem), I Nengah Yasa Adi Susanto (dapil Bali dari PSI).

Caleg yang bervisi nasionalis di Wilayah Kalimantan ada Asdy Narang (dapil Kalteng dari PDIP), Guntur Prawira (dapil Kalsel 1 dari NasDem), Itha Saleem (dapil Kalbar 1 dari PSI. Wilayah Sulawesi ada Benny Jozua Mamoto (dapil Sulut dari NasDem), Andi Saiful Haq (dapil Sulsel 1 dari PSI), Akbar Faizal (dapil Sulses 2), Rachmad Gobel (dapil Gorontalo dari NasDem), dan Yusuf Lakaseng (dapil Sulteng dari PSI). (dil/jpnn)

LEAVE A REPLY