Realisasi Penerimaan Pajak Boyolali Tertinggi se-Jawa Tengah

0
41

Realisasi penerimaan pajak di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II pada semester pertama 2019 mencapai Rp 5,3 triliun

Jumlah itu naik 14,06 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Kanwil DJP Jateng II Rida Handanu mengatakan, realisasi pada tahun ini mencapai 37,99 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 13,979 triliun.

Meski masih banyak yang harus dicapai pada semester kedua, Rida optimistis bisa memenuhi target hingga akhir tahun.

Rida menjelaskan, kontribusi tertinggi per jenis pajak datang dari pajak penghasilan (PPh) perorangan yang tumbuh 12 persen dan PPh badan 37 persen.

“Andil PPh sebesar 59 persen untuk penerimaan. Untuk PPn, kontribusinya 39 persen. Secara sektoral, tiga sektor yang dominan tumbuh yaitu perdagangan besar, jasa keuangan, dan administrasi pemerintahan,” jelas Rida, Senin (8/7).

Menurut Ridha, sektor PPn masih harus dikejar karena nilai yang masuk sedikit. Hal itu disebabkan belum stabilnya kondisi perekonomian global sehingga banyak pihak masih wait and see.

Untuk PPn dalam negeri baru 7,82 persen. Sementara itu, PPn luar negeri mencapai 22,16 persen.

Dari 12 kantor pelayanan pajak (KPP) di Kawil DJP Jawa Tengah II, penerimaan pajak tertinggi terjadi di Boyolali.

Yakni sebesar 52,53 persen atau Rp 361 miliar dari target Rp 687 miliar. KPP Pratama Surakarta baru mencapai 38,08 persen atau Rp 799 miliar dari target Rp 2 triliun.

Sementara itu, pencapaian terendah terjadi KPP Pratama Temanggung yang baru mencapai 26,01 persen atau Rp 249 miliar dari target Rp 960 miliar.

”Masih banyak yang harus dikejar. Untuk tingkat kepatuhan di DJP Jawa Tengah II sudah mencapai 73 persen. Target tingkat kepatuhan tahun ini sekitar 90 persen,” tandasnya. (rs/gis/per)

sumber:JPNN

LEAVE A REPLY