PSI Saingan Berat PDIP, Rebutan Kursi

0
62

PSI Saingan Berat PDIP, Rebutan Kursi - JPNN.COM

Pertama.id, SURABAYA – Nama – nama caleg yang berpotensi lolos ke Indrapura (gedung DPRD Jatim) dari dapil Jatim 1 (Surabaya) mulai bisa ditebak.

Slot tujuh kursi hampir bisa dipastikan, sementara satu kursi akan diperebutkan kursi ketiga PDIP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hal itu tampak dari sejumlah perbandingan rekapitulasi yang dilakukan tim internal caleg, tim internal parpol, dan lembaga konsultan politik SCG Consulting. Input data sudah mencapai 91 persen dari total TPS.

“Hampir mencapai titik stabil,” kata Direktur SCG Consulting Group Didik Prasetiyono.

Dari hasil penghitungan itu, PDI Perjuangan memperoleh suara paling tinggi, 32,78 persen. Menyusul PKB (11,6 persen), Gerindra (8,35 persen), PKS (7,66 persen), Demokrat (7,08 persen), Golkar (6,89 persen), serta PSI (6,61 persen).

Suara partai lainnya berada di bawah perolehan partai-partai tersebut. “PDI Perjuangan cenderung stagnan. Bahkan, ceruk suaranya bisa dikatakan direbut oleh PSI,” ujar Didik.

Dari hasil simulasi dengan menggunakan metode penghitungan sainte lague untuk memperoleh kursi, PDIP mendapatkan dua kursi.

Yakni, Armuji dan Agatha Retnosari. Armuji saat ini menjabat ketua DPRD Surabaya. Agatha menjadi anggota DPRD Jatim.

Didik berani menyebutkan bahwa kursi untuk partai lain juga sangat mungkin diraih oleh orang-orang yang selama ini jadi tokoh di partainya.

Misalnya, di PKB ada Syamsul Arifin, lalu Blegur Prijanggono (Golkar), Hartoyo (Demokrat), dan Arif Hari Setiawan (PKS).

“Kursi kedelapan mungkin diperebutkan tiga nama. Yakni, Sally Azaria dari PSI, caleg dari PDI Perjuangan Agustin Poliana, dan Yordan M. Batara Goa juga punya peluang,” imbuh Didik.

Yang menarik, lanjut dia, PSI yang baru pertama ikut dalam pileg bisa meraup suara cukup tinggi.

Bahkan, bukan tidak mungkin mengirimkan satu wakilnya ke DPRD Jatim. Dia menyebutkan, hal itu tak terlepas dari efek pilpres serta isu-isu yang selama ini digaungkan partai tersebut.

“Caleg PSI muda-muda dan itu seakan memberikan harapan, hope,” imbuh dia.

Sementara itu, beberapa nama yang disebut dalam hasil penghitungan itu tak menampik bahwa mereka memang punya suara tinggi. Misalnya, Blegur Prijanggono yang saat ini menjadi ketua DPD II Partai Golkar di Surabaya.

“Saya masih memantau terus. Kalau dari hasil rekapitulasi internal, memang suaranya lumayan,” ujar dia tanpa mau menyebutkan jumlah suaranya. Dia menyebutkan, penghitungan C1 atau hasil coblosan sedikit lagi selesai.

Bleggur mengungkapkan, bukan hal yang mudah bisa meraih dukungan dari masyarakat saat ini. Dia menyebut sudah enam hingga tujuh bulan lalu mendekati konstituen.

“Hari ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua berupaya. Hasil tak mengingkari upaya. Kerja, kerja, kerja,” ungkap Bleggur.

Syamsul Arifin, caleg PKB, pun mengungkapkan bahwa dirinya bersama caleg lainnya berupaya untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Mereka berbagi wilayah untuk didatangi.

“Karena bagaimanapun, ya kita ini tidak ada yang saling menyakiti. Semuanya dalam rangka berjuang lewat PKB,” ujar Syamsul.

“Hari ini ya apa sama-sama menjaga ojo sampe ilang (suara). Misale nggolek nggolek. Kadang-kadang ada pengaruh orang lain atau bisikan orang sekitar untuk mindah suara. Itulah yang harus dihindari,” jelas dia.

Caleg PKS Arif Hari Setiawan yang dikonfirmasi masih mempertanyakan hasil survei tersebut.

Dia menyebutkan bahwa pihaknya juga punya hitung-hitungan internal yang hampir rampung. Meski begitu, dia tidak menampik bahwa perolehan suaranya bagus dan berpeluang untuk melenggang ke DPRD Jatim.

“Ya, katanya begitu. Kami masih mengawal terus,” ungkap dia. (jun/c6/ano/jpnn)

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY