Polres Banyumas Tetapkan Tersangka Korupsi Bansos

0
209

Purwokerto, 31/8 (pertama.id) – Polres Banyumas menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian. Bantuan tersebut diberikan tahun 2010 dan disinyalir ada kerugian negara mencapai Rp 440 juta.

Kapolres Banyumas, AKBP Gidion Arif Setyawan, mengakui proses penyidikan kasus tersebut memakan waktu cukup lama, yaitu sejak tahun 2014. Beberapa kali berkas dikembalikan oleh pihak kejaksaan.

ʺTersangka beserta barang bukti kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas, tetapi baru satu terangka,ʺ kata Kapolres seperti dikutip beritajateng.net.

Kapolres menjelaskan, lamanya proses penyidikan kasus bansos ini, karena harus menunggu hasil audit tentang jumlah kerugian. Selain itu, saksi yang diperiksa juga cukup banyak, ada 43 orang saksi.

Dalam proses penyidikan kasus ini, Kapolres juga mengakui, pihak kejaksaan sempat beberapa kali mengembalikan berkas pemeriksaan karena dianggap masih kurang lengkap. Karena itu, penyidiknya juga harus beberapa kali melengkapi berbagai hal yang diminta pihak kejaksaan.

Dua tersangka dalam kasus bansos sapi ini adalah, Mukti Ali (46), warga Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan dan Sarno, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang. Penahanan baru dilakukan terhadap Mukti Ali, karena Sarno masih menjalani proses penyidikan.

Kasus ini bermula saat, Kelompok Tani Mekar Jaya menerima dana hibah program pengendalian pemotongan sapi betina Rp 440 juta dari Kementan. Pada saat itu, tersangka Sarno selaku ketua kelompok tani dan tersangka Mukti Ali selaku manajer teknis.

Namun, BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, saat melakukan audit menemukan adanya penyimpangan. Dimana bantuan yang semula tersimpan di rekening kelompok tani, dialihkan menjadi atas nama rekening Mukti Ali pribadi. Penyidik juga menemukan, penggunaan dana tersebut dilakukan tanpa persetujuan Tim Teknis Program Penyelamatan Sapi Betina.

Saat kasus ini mulai mencuat, Mukti Ali sempat mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun, gugatan tersebut ditolak oleh Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto. (P01)

LEAVE A REPLY