Pilkada Serentak: Menang Jangan Jemawa, Kalah Harus Ikhlas

0
138

Pertama.id-Staf Ahli Menkopolhukam Sri Yunanto bersyukur karena Pilkada Serentak 2018 berjalan aman dan lancar.

Menurut Sri, hal itu menjadi bukti bahwa demokrasi di Indonesia berada di trek yang benar.

Selain itu, dia juga menilai keberhasilan Pilkada Serentak 2018 tidak terlepas dari sikap bijaksana masyarakat.

“Ini sangat membanggakan. Pertama, suksesnya Pilkada serentak 2018 ini merupakan kemenangan akan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan, juga secara moral adalah buah dari keikhlasan semua pihak sebagai bangsa Indonesia yang cinta damai dan menjunjung tinggi persatuan,” kata Sri, Jumat (29/6).

Dia juga meminta kandidat yang menang untuk tidak jemawa. Sementara itu, kandidat yang kalah harus ikhlas.

Sri menambahkan, pihak yang tidak puas bisa menempuh cara yang sudah diatur.

“Jangan menggunakan fisik, apalagi kekerasan. Sebab, itu akan merusak demokrasi dan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini sudah kita bangun,” imbuh Sri.

Dia menganalogikan pilkada seperti pertandingan sepak bola yang memunculkan pihak yang kalah dan menang.

“Sebagaimana Piala Dunia, ada yang lolos ada yang pulang lebih dulu. Itu harus diterima. Jadi, demokrasi itu tidak hanya berhenti di pemilu. Para pendukung calon kepala daerah yang kalah harus bisa menggeser pemikirannya. Bukan lagi siapa yang kita dukung, tetapi agenda apa yang yang kita perjuangkan,” terang Sri.

Yunanto menilai kesuksesan pilkada serentak menjadi bukti demokrasi di Indonesia sudah berada di rel yang benar.

Meski demikian, dia mengakui masih ada kelompok yang ingin memprioritaskan golongan di atas kepentingan bangsa.

Selain itu, masih ada yang menilai demokrasi tidak sesuai ajaran agama.

“Memang demokrasi tidak selevel dengan agama. Demokrasi ini soal muamalah. Jadi, sangat jelas, konsep demokrasi dan agama itu tidak sama,” tegas Sri. (jos/jpnn)

LEAVE A REPLY