PIAUD Luncurkan Zoominar Rekonstruksi Kurikulum

0
39

Pertama.id-Mendayung diantara dua karang. Itulah kalimat yang pantas disematkan pada Program Studi PIAUD IAIN Salatiga. Karena Program Studi tersebut meluncurkan satu kegiatan zoominar bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum PIAUD 2020′ dengan dua keluaran sekaligus, Kamis (19/11).

Pertama, penguatan transformasi IAIN Salatiga menjadi UIN Salatiga. Dan kedua, menangkap kurikulum merdeka belajar ala mas mentri Nadiem Makarim.

Selebrasi zoominar PIAUD berlangsung meriah. Diikuti 300 peserta, yang terdiri dari 100 mahasiswa FTIK IAIN Salatiga, 150 mahasiswa kampus Jawa maupun luar Jawa, 30 guru PAUD Salatiga dan sekitarnya, serta 20 akademisi PAUD. Pada acara tersebut, semua perserta antusias menyimak paparan dari pemateri.

Hammam, P.Hd, Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan FTIK IAIN Salatiga, bertindak sebagi pembuka acara zoominar PIAUD mengaku senang dengan kegiatan yang sangat baik ini.

” Saya gembira dan bangga dapat membuka acara zoominar rekonstruksi kurikulum PIAUD 2020 ini” ujarnya.

Dia yakin, kegiatan zoominar PIAUD 2020, dapat menjadi stimulasi penguatan perubahan status IAIN Salatiga menjadi UIN Salatiga.

“ Sehingga acara-acara semacam ini patut terus didengungkan agar IAIN Salatiga segara berubah nama UIN Salatiga,” ujarnya.

Zoominar PIAUD 2020 menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Sigit Purnama (Ketua Program Studi PIAUD UIN Sunan Kalijaga sekaligus Ketua PPS PIAUD Indonesia) dan Imam Mas Arum, M.Pd (Ketua Program Studi PIAUD IAIN Salatiga). Kedua orang tersebut, tidak asing di jagat ‘persilatan’PIAUD lantaran kerap malang melintang mengisi acara-acara webinar bertema PIAUD baik berskala lokal maupun nasional.

Pada kesempatan itu, Dr. Sigit Purnama, mengatakan, semua Program Studi PIAUD di seantero negeri, mesti melakukan perubahan kurikulum.

“Epistem dunia cepat sekali berubah. Dulu berbasis mesin uap, kini berubah jadi digital. Ke depan kita tidak tahu berubah jadi apalagi. Sebab itu, semua Prodi PIAUD di kampus manapun, mesti tanggap, dengan merumuskan kurikulum yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman” tandasnya.

Sementara Imam Mas Arum, M.Pd, melalui media zoom meeting, mengungkapkan,

“filsafat pendidikan Paulo Freire, nampaknya ditangkap mas menteri Nadiem Makariem, karena itu, lazim jika beliau menggagas kurikulum merdeka belajar yang segera diberlakukan di semua jenjang pendidikan formal Indonesia”.

“Saya bersama teman-teman dosen PIAUD IAIN Salatiga siap merespon kebijakan merdeka belajar ala Mas Menteri. Kegiatan zoominar ini merupakan embrio awal memberlakukan kebijakan tersebut” tambahnya.

Dikisahkan sebuah kotak. Tatkala kotak itu dibuka, maka segala keburukan-keburukan didalamnya akan keluar,itu sepenggal kisah mitologi Yunani berjudul ‘Kotak Pandora’. Sebab itu, untuk berubah menjadi UIN Salatiga, IAIN Salatiga mesti berani keluar dari zona nyaman.

“ Begitu pula Program Studi PIAUD-nya, harus berani melakukan lompatan-lompatan, supaya lebih baik,” ujar Imam Mas Arum mengakhiri ceramahnya. (JP/Red)

LEAVE A REPLY