Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tertahan di Angka 4,9 Persen

0
105

Pertama.id-Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, jika tidak ada bantuan sosial (bansos), pertumbuhan ekonomi akan tertahan di angka 4,9 persen.

Namun, karena ada bansos, kemungkinan pertumbuhan ekonomi berada di 5,1–5,2 persen.

Apakah tidak bisa lebih dari itu? ”Sulit,” kata Eko, Minggu (3/6).

Dia menambahkan, bansos bisa membantu daya beli.

“Namun, karena rupiah melemah, daya beli masyarakat, ya, segitu-gitu saja,” ujar Eko.

Dia menyarankan pemerintah getol mendorong ekspor. Perizinan investasi di daerah juga harus dipermudah.

Selain itu, pemerintah juga harus mendorong agar konsumsi barang dalam negeri meningkat.

Dengan demikian, industri dan konsumen dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pertumbuhan ekonomi diprediksi mampu mencapai 5,2–5,3 persen tahun ini.

”Dengan suku bunga naik, tidak lantas pertumbuhan ekonomi jadi melambat,” kata Perry..

Dia menambahkan, pihaknya segera melakukan bauran kebijakan bersama pemerintah untuk menekan inflasi.

BI juga berkoordinasi dengan pemerintah yang akan mengusung kebijakan insentif fiskal.

Bank sentral pun siap mendorong pertumbuhan dengan mendorong pembiayaan perumahan.

Sementara itu, bank diimbau menekan overhead cost-nya agar bunga kredit tak naik drastis. (rin/c25/sof)

LEAVE A REPLY