Penjualan Indofood Turun pada Kuartal Pertama 2018

0
142

Pertama.id-PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengharapkan bunga yang terjangkau dari bank.

Sebab, selain dana internal perseroan, sebagian belanja modal atau capital expenditure (capex) usaha Grup Salim itu menggunakan dana pinjaman bank. Tahun ini capex yang dianggarkan Rp 9,1 triliun.

’’Kami ingin bunga bank terjangkau dan rupiah stabil,’’ kata Direktur Utama INDF Anthoni Salim setelah rapat umum pemegang saham (RUPS), Kamis (31/5).

Capex tahun ini dikerahkan untuk divisi usaha yang menyangkut distribusi, agrobisnis, serta produksi tepung dan makanan, terutama Bogasari dan usaha dari ICBP.

Sepanjang kuartal pertama lalu, penjualan mengalami penurunan sesuai dengan pola historis kuartalan yang memang melambat pada awal tahun.

Gejolak nilai tukar diyakini tidak membawa dampak berarti pada penjualan saat momen Ramadan dan Lebaran pada kuartal kedua.

Sebab, delapan persen dari total produk diekspor ke berbagai negara.

Selain kurs dolar AS (USD) yang menguat, volume ekspor ikut meningkat sehingga cukup menolong kenaikan harga bahan baku yang dibeli secara impor.

’’Sebetulnya kami natural hedging. Sebab, penjualan ekspor bagus dan kami lebih banyak beli bahan baku yang lokal seperti cabai dan bawang merah,’’ jelas Anthoni.

Direktur INDF Thomas Tjie menyatakan, pihaknya masih mampu membayar pinjaman dan dividen meski rupiah melemah.

’’Kami dianggap mampu (oleh Bank Indonesia) melakukan pembayaran dengan USD untuk tiga bulan mendatang,’’ tutur Thomas.

Perusahaan tahun ini menargetkan pendapatan tumbuh 2–5 persen.

Pada 2017, perseroan mengantongi pendapatan konsolidasian Rp 70,19 triliun.

Komisaris Utama ICBP Franciscus Welirang menuturkan, harga komoditas yang naik dapat mengimbangi pelemahan rupiah dan bisa menolong kinerja perseroan.

’’Kalau daya beli, tidak ada masalah,’’ tegas Franciscus. (rin/c14/fal)

LEAVE A REPLY