Napi Kasus Terorisme Tersebar di 113 Lapas

0
78

Pertama.id-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mendukung upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan petugas dalam menangani narapidana terorisme.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan, narapidana terorisme memerlukan perlakuan yang berbeda dibandingkan pelaku kejahatan lain.

Suhardi menyampaikannya saat memberikan pembekalan kepada pejabat dan alumni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan Angkatan 50 di Jakarta, Selasa (24/7).

Menurut Suhardi, tantangan dan tugas calon petugas lapas semakin berat di masa mendatang.

“Karena itu, BNPT memberikan informasi yang mereka butuhkan agar mereka dapat berhati-hati dalam penanganan narapidana terorisme khususnya,” kata Suhardi.

Mantan Sekretaris Utama Lemhanas itu menambahkan, ada 113 lapas yang ditempati napi terorisme di seluruh Indonesia.

Hal itu menghadirkan tantangan seperti pengamanan yang tidak terpusat dan kemungkinan ada napi lain yang terinfiltrasi paham radikal di dalam lapas.

Karena itu, sambung Suhardi, pola pendekatan yang terkontrol dan saling bersinergi dalam pemasyarakatan sangat diperlukan.

“Para napi juga perlu untuk diawasi dan diberikan pendidikan serta rehabilitasi supaya ketika nantinya mereka sudah bebas, mereka tidak akan mengulangi kesalahannya lagi serta dapat kembali hidup bermasyarakat,” jelas Suhardi.

Salah satu cara BNPT menangani kasus napi terorisme adalah melibatkan sejumlah pihak dalam melaksanakan program deradikalisasi.

Beberapa waktu yang lalu, BNPT dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah melakukan penandatangan nota kesepahaman yang meliputi beberapa hal.

Di antaranya, pertukaran data dan informasi, penanganan terhadap warga binaan pemasyarakatan, peningkatan kapasitas para petugas, dan kegiatan lainnya di bidang penanggulangan terorisme.

“BNPT telah melibatkan para psikolog dari sejumlah kampus, serta ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). BNPT juga membuatkan cluster bagi para napi teroris, dari tingkatan yang paling berat sampai dengan yang paling ringan,” kata Suhardi. (jos/jpnn)

LEAVE A REPLY