MPR Berharap Nilai Empat Pilar Ditularkan dari Generasi ke Generasi

0
29

Pertama.id-Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ma’ruf Cahyono meyakini, masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Samosir, telah menerapkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sosial dan bernegara.

Adapun, empat pilar itu yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUd 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Ma’ruf menyampaikan keyakinan itu, saat menjadi pembicara dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dihadiri ratusan warga Samosir di Aula AE Manihuruk, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Rabu (20/3).

“Saya yakin, soal pilar sudah final. Sudah melaksanakan. Bapak dan ibu sudah melaksanakan sehingga hadir dalam acara ini,” kata Ma’ruf.

Hanya saja, kata Ma’ruf, negara memiliki pekerjaan rumah untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada generasi penerus.

“Itu bukan untuk kepentingannya sendiri. Itu untuk kepentingan bagi generasi penerus yang harus memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dari empat pilar,” ungkap dia.

Dia mengatakan, mentransfer sebuah nilai kepada generasi muda tidak dapat dilakukan dalam sekejam mata. Butuh waktu panjang dan terus menerus untuk mentransfer nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan ke generasi muda.

“Transformasi nilai itu kan tidak mudah. Tidak bisa dilakukan dalam waktu sebentar. That is never ending process. Sesuatu yang tidak bisa berhenti,” ucap dia.

Dia mengatakan, negara bakal berjalan kondusif ketika masyarakat memahami nilai-nilai empat pilar.

Termasuk, kata dia, empat pilar mampu meminimalisir tindak pidana korupsi seperti terjadi di Sibolga, Sumatra Utara.

“Saya kira mampu (meminimalisir tindakan teroris seperti di Sibolga). Sepanjang pemahaman itu membumi. Mampu meminimalisir. Saya kira penyampaian harus diberikan cara berbeda. Indonesia kan terdapat segmen di masyarakat. Ada nelayan, ada kaum ibu. Petani berbeda juga penyampaiannya, apalagi milenial. Harus berbeda cara penyampaiannya,” pungkas dia.(mg10/jpnn)

 

LEAVE A REPLY