Moeldoko Panggil Ahok, Bahas Soto hingga Harga Gas Mahal

0
32

Pertama.id-Kepala Staf Presiden Moeldoko memanggil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke kantornya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/1).

“Pertemuan bahas soto tadi. Kami makan siang bersama Pak Ahok. Sebenarnya undangan saya untuk beliau diskusi kecil-kecilan begitu ya. Tapi tadi banyak yang kami bahas,” kata Moeldoko usai pertemuan dengan Ahok.

Moeldoko mengaku dalam pertemuan itu membahas keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan harga gas untuk industri

“Gas sebagai penopang utama untuk industri sehingga kita akan kawal bersama-sama agar kebijakan presiden betul-betul bisa direalisasikan. Itu yang paling utama,” kata mantan Panglima TNI itu.

Selain itu, kata Moeldoko, keduanya juga membahas bagaimana mengelola isu-isu strategis di Pertamina. Keduanya, berkomitmen untuk untuk berkolaborasi mengelola isu-isu yang muncul di Pertamina itu.

Veteran kelahiran Kediri itu juga mengingatkan, agar masalah penurunan harga gas untuk industri ini mendapat perhatian seperti yang diinginkan Presiden Jokowi.

“Beliau (Presiden) sudah sering muncul kata-kata yang begitu keras. Saya pikir jangan sampai ke presiden-lah. Kalau perlu menggigit ya saya duluan yang menggigit, jangan presiden duluankata Moeldoko.

Intinya, kata Moeldoko, semua keinginan presiden dalam konteks migas ini harus bisa berjalan sebaik-baiknya dan jangan sampai ada yang bisa menghalangi.

Ahok tidak bicara banyak soal pertemuan tersebut. Dia hanya mengamini apa yang disampaikan Moeldoko sembari mengatakan KSP akan mendukung penuh agar tujuan yang ingin dicapai presiden bisa tercapai.

Soal stretegi penurunannya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah memiliki rumus.

Benarkah ada banyak mafia yang bermain? Dengan diplomatis, Ahok menjawab, “Nanti tanya kepada dirut-lah. (Soal mafia) nanti tanya sama direksi. Kami semua, presiden sudah tahu semua, Pak Moel juga sudah tahu. Kalian juga lebih tahu.” (fat/jpnn)

 

LEAVE A REPLY