Menunggu Kiprah Indah Kurnia dan Nihayatul Wafiroh di Senayan

0
59

Banyak caleg perempuan pada Pemilu 2019 yang lolos ke Senayan. Namun, mereka harus membuktikan kemampuan kepada masyarakat yang sudah memilih mereka.

Caleg PKB Nihayatul Wafiroh menyatakan harus bersaing sangat ketat dengan caleg lain di daerah pemilih (dapil) Jatim III yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. ”Kompetisinya ketat, baik internal maupun eksternal,” ucapnya kepada Jawa Pos.

Namun, Nihayatul mengaku diuntungkan sebagai caleg incumbent sehingga banyak orang yang sudah mengenalnya. Walaupun demikian, lanjut dia, persaingan tetap berat. Dia tetap harus bekerja keras: rajin turun ke bawah dan datang ke rumah-rumah warga.

Jadi, sekalipun petahana, Ninik – sapaan akrab Nihayatul Wafiroh – harus tetap giat menyapa masyarakat. Dengan kerja keras yang dilakukan, dia bersyukur akhirnya berhasil lolos lagi ke DPR RI. Bahkan, dia berhasil meraih suara terbanyak di dapilnya, yaitu 112.023 suara.

Wakil ketua Komisi II DPR itu mengaku siap bekerja dan mengabdi untuk rakyat. Menyerap aspirasi rakyat dan memperjuangkannya di Senayan. ”Ketika sudah terpilih, harus siap mengurusi seluruh persoalan masyarakat, tidak bisa pilah-pilih,” tutur dia.

Ninik menegaskan siap ditempatkan di komisi mana pun. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada partainya. Dia tidak pernah meminta ditempatkan di komisi mana pun dan diberi jabatan apa pun. Wakil rakyat harus siap bekerja dan memperjuangkan rakyat.

Indah Kurnia, caleg PDI Perjuangan (PDIP) dari dapil Jatim I, mengatakan, menjadi caleg tidak mudah. Butuh kerja keras. Persaingannya sangat berat. Namun, dia mempunyai modal sosial besar karena sejak kecil tumbuh di Surabaya. ”Saya kampanye sepanjang hidup saya di Surabaya,” ucapnya.

Namun, persaingan meraih kursi DPR tetap berat. Setiap caleg mempunyai strategi sendiri-sendiri. Apalagi, Indah harus bersaing dengan caleg dari partai lain yang basis suaranya sama dengan dirinya. Itu menjadi tantangan tersendiri. Namun, dia akhirnya lolos ke Senayan dengan raihan 56 ribu suara.

Terkait persaingan antara caleg perempuan dan laki-laki, Indah menjelaskan, pemilih di dapilnya sangat rasional. Mereka tidak membeda-bedakan antara caleg perempuan dan laki-laki. Mereka melihat sosok caleg. Jadi bukan jenis kelamin. Semuanya sama bagi masyarakat Surabaya dan Sidoarjo.

Indah menuturkan, caleg perempuan yang lolos harus membuktikan bahwa mereka mampu mengemban amanah rakyat.

Mereka harus betul-betul memperjuangkan aspirasi masyarakat. ”Kesempatan yang diberikan rakyat harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya. (lum/c9/agm)

sumber:JPNN

LEAVE A REPLY