Mayoritas Partai Politik Tidak Serius Memperjuangkan Pengentasan Kemiskinan

0
14

Pertama.id-Pengembangan ekonomi kreatif, kemiskinan dan kesenjangan sosial dinilai menjadi salah satu masalah kebangsaan yang luput dari perhatian serius partai politik. Padahal, industri-industri kreatif bermunculan pada level menengah ke bawah turut menyumbang pengurangan angka kemiskinan.

Direktur Media dan Riset Indomedia Poll, Hamzah Fansuri mengatakan, Partai Demokrat melalui 14 platformnya merumuskan upaya-upaya pengentasan kemiskinan. Di antaranya, penciptaan lapangan kerja, termasuk milenial dan perempuan, serta membatasi tenaga kerja asing.

Platform lainnya lebih kepada program-program yang disebut prorakyat SBY, dan bercirikan bantuan. Dalam konteks ini Demokrat menunjukkan komitmennya pada masalah kemiskinan karena sejalan dengan AD/ART partai.

Sementara Golkar sebagai salah satu partai yang menggerakkan RUU Kewirausahaan dan RUU Inovasi menunjukkan perhatian mereka terhadap ekonomi kreatif.

Masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial, program Golkar yang di antaranya menjalankan pembangunan melalui revolusi dunia digital juga dilaksanakan secara konsisten melalui ketua umumnya yang juga menjabat menteri perindustrian.

“Akan tetapi partai politik hanya sebatas menggunakan bahasa-bahasa yang merujuk pada amanat UUD 1945 tanpa langkah nyata bagaimana kemiskinan dan kesenjangan sosial bisa diatasi,” kata Hamzah, Kamis (15/3).

Partai-partai oposisi juga tidak menunjukkan komitmen serius terhadap masalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan ekonomi kreatif. Kecenderungan yang ditangkap publik adalah kritik kepada setiap kebijakan pemerintah tanpa menunjukkan kerja legislatif maupun program masing-masing partai yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.

“PSI menjadi satu-satunya partai baru yang merumuskan agenda ekonomi kreatif dalam platformnya. Menurut PSI, negara perlu membangun regulasi dan memberikan insentif untuk menguatkan pondasi utama ekonomi nasional yakni: industri kreatif, usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Hasil penelitiannya juga menunjukkan partai-partai lain cenderung tidak berperan optimal dalam masalah kemiskinan, dan ekonomi kreatif. “Meskipun di dokumen resmi setiap partai tercantum visi-misi mendorong perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk dalam bidang ekonomi, namun tidak semua partai melakukan kerja-kerja nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Untuk diketahui, riset Indomedia Poll menggunakan metode analisa wacana kritis yang menekankan bahasa sebagai praktik sosial dan wacana sebagai apa yang ada di balik teks. Data yang dianalisis berbentuk teks, yang diambil dari pernyataan-pernyataan resmi partai politik dan elit-elitnya di berbagai media serta komentar publik. (dil/jpnn)

LEAVE A REPLY