Mahfud MD: Bro dan Sis, Datanglah ke TPS, Jangan Golput

0
67

Pertama.id-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengajak generasi milenial untuk tidak golput pada 17 April 2019 mendatang.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini mengeluarkan ajakan itu saat Diskusi Kebangsaan Milenial dan Partisipasi Politik di Universitas Parahyangan, Bandung, Kamis (11/4).

Mahfud meminta mahasiswa ikut menjadi pemilih dalam pileg dan pilpres 2019. “Dengan turut berperan dalam pemilu, maka rakyat berhak untuk menuntut keadilan dan kesejahteraan kepada pemerintah,” sebut Mahfud dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (12/4).

Dalam diskusi tersebut, Mahfud sama sekali tidak mengampanyekan satu pun calon presiden. Namun, Mahfud berpesan agar mahasiswa tidak apatis terhadap politik lalu menjadi golput pada hari pemungutan suara.

“Jangan sampai golput. Pemilu, memilih presiden dan anggota dewan perwakilan bukan memilih pemimpin sangat baik, tetapi memilih pemimpin orang yang lebih baik daripada orang tidak baik. Presiden mana yang kita butuhkan, saudara-saudara pilih sendiri sesuai dengan yang Anda butuhkan,” jelas Mahfud.

Mahfud MD@mohmahfudmd

Jgn mubazzirkan hak konstitusionalmu, Bro & Sist. kaum milenial. Datanglah ke TPS Rabu tgl 17 April besok. Pilihlah Presiden/wapresmu, pilihlah wakil-wakilmu utk DPR/DPD/DPRD. Masa depan Indonesia adl kamu, masa depanmu adl Indonesia. Pilihanmu adl masa depan kamu dan negaramu.

2,517 people are talking about this

“Rugi kalau enggak milih. Negara menjanjikan banyak hal, menjanjikan boleh bermimpi menjadi apa yang diinginkan, contohnya seperti saya,” kata Mahfud.

Namun, dia juga menilai wajar apabila generasi milenial ragu-ragu terhadap tokoh yang tampil pada Pilpres serta Pileg 2019. Hal tersebut terlihat ketika dia dimintai pendapat oleh salah satu follower-nya di Twitter.

“Saya bilang, tinggal dikalkulasi saja mana yang lebih baik,” ujarnya. “Milih presiden itu bukan memilih pemimpin yang sangat baik. Tapi memilih pemimpin orang yang lebih baik dibanding orang yang tidak baik,” imbuhnya.

Apabila terjadi banyak golput, maka kemungkinan negara bakal dipimpin oleh orang yang salah dan pada akhirnya kebijakan dari pemerintah dapat menyengsarakan rakyat banyak.

“Saya bilang, tinggal dikalkulasi saja mana yang lebih baik,” ujarnya. “Milih presiden itu bukan memilih pemimpin yang sangat baik. Tapi memilih pemimpin orang yang lebih baik dibanding orang yang tidak baik,” imbuhnya.

Apabila terjadi banyak golput, maka kemungkinan negara bakal dipimpin oleh orang yang salah dan pada akhirnya kebijakan dari pemerintah dapat menyengsarakan rakyat banyak.

Mahfud menegaskan bahwa masyarakat yang golput atau tidak memilih akan sangat rugi. Karena memilih atau tidak dengan melakukan golput, maka presiden dan wakil presiden tetap akan terpilih dan gedung DPR bakal tetap dihuni 575 orang wakilnya.

“Presiden mana yang kita butuhkan, saudara pilih sendiri. Ikut berpolitik artinya Anda sudah bernegara dengan benar,” pungkas Mahfud. (*/adk/jpnn)

LEAVE A REPLY