Lupakan Wacana Mengganti Nama Indonesia

0
51

Arkand Bodhana ngaku pernah antarkan TNI jadi juara menembak

Pertama.id, JAKARTA – Sempat mencuatnya isu pergantian nama Indonesia menjadi Nusantara, berdasarkan pernyataan seorang pakar metafisika yang juga doktor lulusan University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat, Arkand Bodhana Zeshaprajna, mendapat tanggapan dari Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis.

Margarito tegas menyatakan, tidak menyetujui pergantian nama Indonesia. Dia juga berharap isu tersebut harus dihentikan, karena mengganti nama Indonesia sama halnya dengan menubah ideologi dan membubarkan bangsa Indonesia.

“Lupakan wacana itu. Nama kita harus tetap Indonesia. Jangan diganti. Kalau kita mengubah nama itu, berarti kita mengubah ideolagi.

Kalau diganti, sama dengan membubarkan Indonesia. Dia bahkan menuding wacana tersebut sebagai upaya untuk membubarkan Indonesia.

“Bagi saya itu cara merangkak membubarkan Indonesia. Jadi saya gak terima,” tegasnya.

Mantan staf khusus Mensesneg ini menjelaskan, nama Indonesia sudah ada sejak zaman pergerakan kemerdekaan, dan sudah dikenal luas di seluruh dunia dengan nama tersebut, sehingga tidak perlu diganti menjadi Nusantara.

“Saya gak bisa terima dan saya gak percaya wacana itu. Kita sudah punya nama sejak dari dulu itu Indonesia. Sekurang-kurangnya pada masa pergerakan kemerdekaan itu kita sudah dikenal dengan nama Indonesia,” jelas Margarito.

“Selain itu, kita dikenal dimana-mana demgan nama indonesia. Dunia internasiomal mengenal kita juga dengan Indonesia. Tidak ada orang yang tidak kenal Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Peraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia ini mengatakan, jika sekarang bangsa ini menghadapi masalah, pergolakan, atau bencana dan sebagainya, itu bukan karena pengaruh dari nama Indonesia.

“Tidak ada hubungan bencana dengan nama. Kalau hanya sekedar pengamatan metafisika buat saya itu tidak masuk di akal,” tuturnya.

“Bagaimama kita menjelaskan bencana di negara-negara lain, seperti di Thailand, Pakistan, Afganistan, dan beberapa negara di Eropa yang terkena bencana,  apakah harus diganti juga?” jelas Margarito.

Sebelumnya, Arkand Bodhana Zeshaprajna mengatakan, nama Indonesia harus diganti Nusantara. Jika tidak, maka bangsa ini akan hancur. Dia bahkan mengungkapkan, puncak kehancuran itu terjadi pada tahun 2020.

Ibaratnya, dalam tradisi budaya sebagian masyarakat Indonesia, jika ada anak yang sering sakit-sakitan dan tak kunjung sembuh biasanya akan diganti nama.

sumber : netralnews

LEAVE A REPLY