Komentar Fadli Zon untuk Kebijakan Pemerintah Turunkan Harga BBM

0
29

Komentar Fadli Zon untuk Kebijakan Pemerintah Turunkan Harga BBM - JPNN.COM

Pertama.id, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Fadli Zon menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak atau BBM merupakan hal biasa. Menurut Fadli, kebijakan itu hanya mencari simpati menjelang pemilihan umum atau pemilu.

“Ya, saya kira biasa, mau mencari simpati dengan menurunkan,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2).

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu menuturkan, meskipun pemerintah menurunkan harga BMM, beban masyarakat terlalu berat. Sebab, selama ini masyarakat harus menghadapi berbagai kenaikan harga.

“Selama ini saya melihat beban masyarakat terlalu berat,” ungkap anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu.

Fadli menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM tak berdampak signifikan di masyarakay. Menurutnya, daya beli masyarakat sudah terlanjur anjlok.

“Jadi, sekali lagi ya ini saya kira bagian dari upaya untuk mencari simpati saja,” kata pria berkacamata itu.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00. Kebijakan ini menyusul tren penurunan harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi sampai dengan Rp 800 per liter.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid menjelaskan, komposisi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo turun dari Rp 12.000 per liter menjadi Rp 11.200 per liter. Selanjutnya, harga Pertamax turun dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter.

Harga Dexlite juga turun dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter. Untuk Dex turun dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter.

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar ketiga pulau itu. Namun, harga Pertalite tetap Rp 7.650 per liter.(boy/jpnn) 

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY