Kolaborasi Bank dan Fintech Sasar Semua Kalangan

0
20

Pertama.id-Perbankan dan financial technology (fintech) harus bekerja sama agar tidak saling sikut.

Misalnya kolaborasi antara PermataBank dan Amartha yang dipaparkan di Jakarta, Selasa (19/3).

’’Kami hanya bekerja sama dengan fintech yang potensial,’’ kata Director Legal & Compliances PermataBank Abdy Salimin.

Amartha, menurut dia, merupakan fintech yang bonafide. Buktinya, kerja sama yang mereka jalin sejak 2018 membuahkan hasil positif. Nasabah PermataBank tumbuh, demikian juga Amartha.

Karena berkolaborasi dengan bank, Amartha bisa menyalurkan kredit dengan lebih cepat.

Sebaliknya, nasabah Amartha pun menjadi lebih gampang dalam membayar pinjaman. Sebab, mereka bisa membayar lewat sistem banking di PermataBank.

’’Perbankan harus terus mengembangkan inovasinya di bidang digital,’’ kata Abdy.

Sepanjang 2018 PermataBank dan Amartha telah membukukan 210 juta transaksi. Sebanyak 95 persen di antaranya merupakan transaksi digital.

Perubahan gaya hidup, menurut Abdy, ikut memengaruhi tren transaksi digital tersebut.

Di era modern seperti sekarang, nasabah tidak mau lagi repot-repot ke bank hanya untuk membuka rekening, menabung, apalagi membayar cicilan pinjaman.

Brand Manager Amartha Lydia Maria K. mengakui bahwa kerja sama dengan bank membuat performa fintech lebih baik.

Sebab, sumber dana tidak lagi berasal dari perorangan. Meski demikian, proporsi dana perseorangan lebih dominan.

Selama delapan tahun sampai tahun lalu, Amartha telah menyalurkan dana Rp 700 miliar.

’’Sampai April ini mungkin mencapai Rp 1 triliun,’’ kata Lydia.

Lydia menyatakan bahwa sebagian besar nasabah Amartha adalah ibu-ibu. Segmen itu ideal karena ibu-ibu cenderung lebih tertib membayar cicilan.

’’Non performing loan (NPL) mendekati nol. Pengembalian 97 persen tepat waktu,’’ ujar Lydia. (nis/c15/hep)

LEAVE A REPLY