KNKT Pastikan Teliti Black Box Lion Air di Indonesia

0
24

Pertama.id-Penyebab kecelakaan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 bakal terungkap. Black box pesawat itu sudah ditemukan Kamis (1/11) pagi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga yang ditemukan itu adalah flight data recorder (FDR).

Isinya data-data penerbangan seperti ketinggian, arah, dan kecepatan pesawat. FDR punya kapasitas merekam selama 25 jam dari penerbangan. Dengan begitu, data penerbangan sebelumnya pun bisa terbaca dari FDR.

Selain FDR, ada pula cockpit voice recorder (CVR) yang berisi rekaman percakapan pilot dengan kopilot dan kru kabin, suara di kokpit, serta percakapan dengan petugas menara pemandu lalu lintas udara (air traffic controller/ATC). CVR juga sedang dicari.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menemukan titik FDR dengan sejumlah peralatan di Kapal Baruna Jaya I itu yakin juga bisa mendeteksi lokasi CVR hari ini (2/11).

Seperti diketahui, begitu sinyal kotak hitam terdeteksi, sejumlah anggota TNI-AL menyelam untuk menelusuri sekaligus menemukan lokasi FDR. Anggota Batalyon Intai Amfibi (Taifib) I Marinir Sertu Hendra Syahputra akhirnya menemukan FDR di kedalaman 35 meter perairan Karawang.

Pada pukul 18.20 FDR yang dimasukkan ke kotak khusus yang berisi air itu tiba di dermaga JICT oleh Kapal RIB Taifib. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Ketua KNKT Soerjanto dan Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas lantas menjelaskan perihal penemuan FDR tersebut.

Budi menuturkan, FDR itu bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui penyebab celakanya pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta–Pangkalpinang itu. ”Semoga dengan diperolehnya FDR ini, kami harapkan, bisa meneliti lebih jauh,” kata Budi.

Soerjanto menjelaskan, FDR yang ditemukan itu sudah lepas dari cangkang. Hanya menyisakan crash protection box yang berisi kartu memori. Nah, di kartu itulah data-data penerbangan tersimpan. Data tersebut bisa dijadikan bahan analisis untuk menemukan penyebab kecelakaan pesawat itu. Dibutuhkan waktu dua hingga tiga pekan untuk menganalisis data.

Dia memastikan bahwa penyelidikan yang sepenuhnya dilakukan di Indonesia itu akan independen. Tak perlu meminta bantuan produsen pesawat Boeing. ”Tidak ada kaitannya (Boeing, Red) dengan ini, ya. Kami menyelidikinya, masalah kenapa kecelakaan ini, ya independen,” tegas dia.

Dia juga yakin bahwa benda yang dari kejauhan terlihat seperti tabung itu adalah FDR. (jun/wan/c11/agm)

LEAVE A REPLY