Kepala BNPT Ajak Anggota PBB Tingkatkan Peran Pemuda

0
111

Pertama.id- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengajak anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meningkatkan peran dan keterlibatan pemuda dalam upaya pencegahan terorisme, termasuk upaya kontra radikalisasi.

Suhardi menyampaikan permintaan itu saat mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diikuti Badan Antiteror seluruh dunia di kantor pusat PBB, New York, Amerika Serikat, 28-29 Juni 2018.

“Kami mengajak negara anggota PBB, termasuk institusi PBB untuk dapat meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan terorisme. Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk menciptakan dunia yang damai dan harmonis,” kata Suhardi dalam paparannya Jumat (29/6) siang waktu setempat.

Dia menambahkan, pihaknya sudah mendirikan Pusat Media Damai (PMD) di bawah program kontra-radikalisasi.

“Tujuan dari program ini adalah untuk menyebarluaskan kontra-narasi online dan offline dengan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan moderasi serta mengambil bagian dalam program ketahanan nasional mempromosikan falsafah negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Suhardi.

Suhardi yang saat itu berbicara pada sesi III dengan tema Strengthening Global Action to Prevent Violent Extremism, Including by Engaging Youth and Preventing Misuse of New Technologies and the Internet by Terrorists juga menyampaikan mengenai keberhasilan Indonesia yang telah berhasil mengamenden Undang-Undang (UU) Pemberantasan Terorisme.

“Undang-undang tersebut mengedepankan pendekatan berimbang antara pendekatan keras (hard approach) dan dengan pendekatan lunak (soft approach), sehingga termuat aspek-aspek pencegahan melalui kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

mantan kapolda Jawa Barat itu menambahkan, BNPT saat ini sedang menyusun rencana aksi nasional (RAN) penanggulangan terorisme  dengan mengedepankan whole of government and whole of society approach.

“RAN ini bertumpu pada empat pilar, yakni pencegahan, deradikalisasi, penegakan hukum dan penguatan legislasi, dan kemitraan dan kerja sama internasional,” tutur alumnus Akpol tahun 1985 itu. (jos/jpnn)

LEAVE A REPLY