Kementan: Harga Cabai Segera Turun

0
37

Pertama.id – Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi memastikan harga cabai akan stabil dalam waktu dekat. “Komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakt bisa membelinya dengan harga yang murah. Kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun,” ujar dia dalam keterangan yang diterima, Kamis (8/4). Dia menjelaskan, selama ini pemerintah sudah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

“Secara nasional ketersediaan pangan kita aman. Bahkan hingga Mei atau pasca-lebaran. Tentu kewajiban kami adalah menjaga harga di tingkat produsen maupun konsumen. Dua hal ini yang kita jaga bersama jajaran Kemendag,” beber Agung.

Selain itu, kata Agung pemerintah juga melakukan intervensi disaat kondisi harga mulai naik. Salah satunya dengan memobilisasi daging dari sentra produksi sampai ke pasar. Di samping itu, pemerintah secara rutin memonitoring situasi dan pergerakan harga di lapangan yang dilakukan selama dua minggu sekali.

Hasil monitoring ini selanjutnya dicocokkan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS). “Oleh karena itu segala macam upaya kami lakukan. Secara continue kami melakukan pertemuan rutin dan melakukan intervensi antar lembaga pemerintah, sehingga kenaikan yang terjadi tidak lebih dari 10 persen,” jelas dia.

Pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan, dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur rurun.

Menurut Dwi, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi. Siklus ini bahkan sudah diamati sejak tujuh tahun terakhir. Dia menyebutkan, setiap puasa dan Lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

“Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadan atau Lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Kalau diperhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal,” tutup dia.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY