Kemenag Bakal Update Berkala Daftar 200 Mubalig

0
189

Kemenag Bakal <i>Update</i> Berkala Daftar 200 Mubalig

Pertama.id, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) bakal memperbarui daftar 200 nama mubalig secara berkala. Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan pembaruan itu dilakukan sesuai kebutuhan.

“Kami akan kembangkan daftar ke depannya. Beberapa caranya mungkin dengan cara mengajukan (mubalig),” kata Mastuki kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di Gedung Kementerian Agama Jakarta, Senin (21/5).

Mastuki mengatakan daftar mubalig bisa bertambah dan bisa saja berkurang. Pertambahan bisa dilakukan dengan mengajukan penceramah yang dianggap kredibel.

“Nanti akan ada tim pleno kami yang menilai apakah bisa masuk kriteria atau tidak. Masyarakat bisa mengajukan melalui hotline kami,” Ujar dia.

Nama-nama mubalig yang terdaftar di Kemenag bisa berkurang seiring dengan laporan masyarakat. Contohnya jika ada penceramah yang meninggal dunia atau penceramah yang ternyata kredibelitasnya tidak sesuai harapan di lapangan.

“Bisa saja berkurang, jadi jumlahnya tak selalu segitu. Kalau masyarakat ada menemukan pelanggaran di lapangan boleh dilaporkan ke kami,” ungkap dia.

Mastuki mengaku pro dan kontra di kalangan masyarakat mengenai kemunculan 200 nama mubalig adalah hal yang wajar. Kemenag ke depannya akan terus mengevaluasi sistem internal untuk menilai penceramah.

“Kami minta pendapat tokoh ulama siapa kenal ini dan ini eleman perguruan tinggi juga kita ikut sertakan untuk memutuskan,” jelas dia.

Mastuki memastikan bakal mempertimbangkan usulan masyarakat terkait keikusertaan tokoh masyarakat di desa untuk menentukan penceramah. Bisa jadi setiap daerah akan punya daftar mubalig masing-masing.

“Seluruhnya bisa saja masing-masing daerah punya list-nya. Silakan diajukan ormas atau tokoh masyarakat atau yang lainnya,” tutup dia.

200 nama mubalig yang dikeluarkan Kemenag menimbulkan pro kontra. Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar menilai 200 nama tersebut menjadikan perpecahan di antara ulama.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardana Ali Sera berharap rilis Kemenag tidak membatasi kesempatan bagi para mubalig atau bahkan membuat kalangan ulama menjadi terbelah. (gil)

Sumber : CNN Indonesia

LEAVE A REPLY