Kapan Koruptor Jera Jika Selalu Diistimewakan di Lapas

0
63

Pertama.id-Para koruptor ternyata tidak sepenuhnya jera atas vonis yang diterima setelah dipenjarakan. Justru, mereka masih mendapat perlakuan cukup istimewa di penjara.

Baru-baru ini kenyataan itu ditunjukan oleh lembaga pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Tempat yang seharusnya membuat jera bagi para terpidana, malah ini sebaliknya seperti surga.

Seperti yang dirasakan mantan Ketua DPR Setya Novanto dengan kamar tahanan yang lebih luas dibanding tahanan lain.

Dari fasilitas dan kebebasan di lapas menunjukan bahwa yang memiliki kekuatan finansial maka dia akan diperlakukan seperti raja.

Karena itu Koordinator Indonesian Corruption Watch Donal Fariz meminta Kementerian Hukum dan HAM di bawah komando Yasonna Laoly jangan menutup mata dengan adanya kejadian ini.

Sebab, kata dia, bagaimana pun kasus Satya Novanto yang bisa menikmati fasilitas mewah di lapas bisa membuat citra buruk terhadap penegakan hukum. Untuk itu dia meminta agar Menkum HAM harus bertindak cepat.

“Harus cepat menangani perkara itu dan melakukan penegasan, penindakan terhadap orang yang memberikan fasilitas tersebut,” kata Donal ketika dihubungi.

Kasus ini, lanjut dia, akhirnya membuat sekat-sekat dalam penegakan hukum.

“Ini problem masif, tak hanya Sukamiskin, tapi di banyak lapas masih seperti itu,” katanya.

ICW meminta Menkum HAM cepat melakukan penindakan terhadap oknum yang memberikan fasilitas spesial itu, sebagai langkah untuk perubahan.

Sementara ketika dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menganggap, kejadian yang memalukan di Lapas Sukamiskin seharusnya tak terjadi kembali.

“Apalagi saat itu sempat ada koordinasi dengan KPK dan Kemenkum HAM menyampaikan niatnya melakukan perbaikan. Kami harap perbaikan, upaya perbaikan itu bisa dikonkretkan,” kata Febri. (flo/jpnn)

LEAVE A REPLY