Kampung Pancasila Madiun, Rumah Ibadah 5 Agama, Ganjar: Dahsyat!

0
76

Pertama.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melanjutkan lawatannya di Provinsi Jawa Timur dari Kabupaten Magetan menujuĀ  Madiun, Sabtu (16/4).

Di kabupaten kedua kunjungan kerjanya itu, Ganjar menapaki jejak di Kampung Pancasila, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo. Di kampung tersebut, terdapat satu rumah megah dikelilingi lima tempat peribadatan dari agama-agama yang ada di Indonesia.

Diakui Dunia Mulai dari masjid, gereja, vihara, kelenteng sampai pura mengelilingi satu bangunan utama yang merupakan rumah milik pemuka agama Islam setempat.

Tokoh agama Islam itu bernama Kiai Ali Mursyid.

Dialah yang mendirikan seluruh bangunan itu sebagai simbol persatuan sejak 2000-an silam.

Barulah kemudian, istilah Kampung Pancasila disematkan tak lama dari pembangunannya.

Sepeninggal Kiai Ali Mursyid pada 2007 lalu, Kampung Pancasila dikelola oleh keponakannya, yaitu Kiai Ali Muslih.

Awal kemunculannya, tempat itu sempat viral di media sosial. Banyak orang penasaran dengan Kampung Pancasila dan datang mengunjunginya, termasuk Ganjar bersama istrinya Siti Atiqoh di sela kunjungan kerjanya.

Di kampung lima rumah ibadah itu, Ganjar berkesempatan salat di masjid yang ada di sana.

Dia juga menyempatkan diri mampir ke rumah pengelola Kampung Pancasila Madiun bertemu dengan Kiai Ali Muslih.

Ganjar menuturkan Kampung Pancasila termasuk sesuatu yang menarik di Madiun untuk mata dunia.

Satu tempat yang sempat viral karena cerminan lima rumah ibadah itu telah lama menarik perhatian publik.

“Iya, inilah sebenarnya cerminan Indonesia yang harus kita rawat dan kita jaga,” kata Ganjar.

Baginya, toleransi antarumat beragama adalah yang terpancar dari tempat itu.

Dia menyebut sang pemilik, Kiai Ali Mursyid begitu serius mengelola tempat itu sebagai tempat wisata sekaligus penebar kebaikan.

“Efeknya dahsyat, karena di depan banyak orang bisa jualan. Ketika banyak pengunjung datang, tentu ekonomi masyarakat sekitar bisa berkembang. Ada spirit menebar kebaikan di sini,” ucapnya.

Menerima kehadiran Ganjar, Ali menjelaskan alasan Kampung Pancasila dibangun untuk menebar kerukunan dan toleransi.

“Membina orang untuk rukun dan toleran itu sulit sekali saat ini,” katanya.

Ali menambahkan dengan dibuatnya tempat wisata dengan miniatur tempat ibadah agama-agama di Indonesia, maka orang yang datang bisa belajar untuk saling menghormati.

Dia menceritakan anak-anak sekolah yang datang berkunjung bisa mudah memahami tentang keanekaragaman untuk tetap bersatu dengan berbagai perbedaan.

“Jadi ini miniatur negara, ada Bhineka Tunggal Ika di sini,” ucapnya.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY