Jubir PSI: Mungkin Mas Tommy Lupa, Kami Ingatkan

0
65

Pertama.id-Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto tak pantas mengkritik pemerintah soal kebijakan utang luar negeri. Pasalnya, kiblat Tommy dan Berkarya adalah Rezim Orde Baru.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rizal Calvary Marimbo mengingatkan, utang zaman Orde Baru (Orba) habis dikorupsi oleh para pejabat dan kroni-kroni mereka.

“Tak hanya itu, utang Orba membuat masyarakat Indonesia sengsara serta jatuh ke dalam krisis tahun 1998. Mungkin ini yang beliau lupa. Enggak apa-apa kita ingatkan,” ujar Rizal.

Rizal mengatakan, di zaman Orba defisit selalu dijaga di kisaran 3 persen dari PDB setiap tahunnya.

Namun, defisit tersebut hanyalah memindahkan sumber pembiayaan dari pencetakan uang baru ke utang luar negeri untuk menjaga inflasi.

Sayangnya, inflasi tersebut harus dibayar dengan akumulasi utang yang terus meningkat dan beban pembayaran bunga uang yang semakin memberatkan.

Tingginya rasio utang atas PDB Orba tersebut meninggalkan bom waktu. “Ketika guncangan ekonomi global datang, nilai tukar rupiah terhadap dolar melonjak dan nilai utang dan beban bunga pemerintah meningkat tajam pula,” ucap dia.

Parahnya lagi, utang zaman Orba tidak dioptimalkan untuk membangun sektor-sektor produktif. Malahan dana segar itu dikorupsi secara berjamaah oleh pejabat dan kroni-kroni mereka.

“Ini bedanya dengan Pak Jokowi, utang dioptimalkan untuk bangun infrastruktur dan sektor-sektor produktif lainnya yang tidak berani dibangun oleh pemimpin sebelumnya,” ucap dia.

Lebih lanjut Rizal mengatakan, dibandingkan dengan negara-negara lainnya defisit anggaran Indonesia termasuk yang terjaga dengan baik. Defisit anggaran India sebesar 7,1 persen PDB, sedangkan Malaysia 3,03 persen PDB.

Negara berkembang seperti Vietnam mengalami defisit anggaran hingga 6,5 persen PDB, Polandia 2,9 persen PDB, Argentina 7,3 PDB, sedangkan Kolombia 2,84 persen PDB.

“Jadi defisit kita aman 3 persenan, Bahkan Qatar negara kaya minyak defisit sampai 10 persen. Norwegia 5 persen, Brasil 10 persen,” pungkas Rizal.

Rizal juga menanggapi kritik Tommy kepada pemerintah yang saat ini banyak memberikan kelonggaran terhadap investasi asing. Lagi-lagi dia menyebut putra bungsu Presiden Soeharto itu lupa sejarah.

“Begitu Orde Lama tumbang, Orba melakukan liberalisasi secara besar-besaran sehingga investasi asing masuk seperti air bah. Sejak itu, sumber daya alam kita sampai tanahnya habis diangkut ke luar negeri. Sampai UU Minerba ditegakan diera Jokowi, bahan mentah dilarang diekspor dan Freeport mau diambil pemerintah sebagian besar sahamnya,” ucap dia. (dil/jpnn)

LEAVE A REPLY