Informasi seputar Perayaan Imlek Nasional 2019, Catat ya!

0
27

Pertama.id- Perayaan Imlek Nasional 2019 yang akan digelar 7 Februari mendatang bakal diwarnai atraksi kebinekaan. Selain budaya Tionghoa, kebudayaan Indonesia juga ditampilkan dalam berbagai atraksi.

Perpaduan dua budaya ini menurut Ketua Panitia Imlek Nasional 2019 Sudhamek AWS, untuk menunjukkan WNI Tionghoa sangat menjunjung makna keberagaman. Ini sejalan dengan tema Imlek nasional “Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan”.

“Tema ini merupakan wujud dari tindakan dan komitmen Warga Negara Indonesia Tionghoa untuk tetap bersatu dalam kebinekaan Indonesia. Makna kebinekaan sendiri berasal dari kata Bhineka yang artinya beraneka ragam, bermacam ragam,” kata Sudhamek di Jakarta, Kamis (31/1).

Diperkirakan lebih dari 10.000 warga akan hadir dalam perayaan Imlek Nasional 2019. Perayaan Imlek Nasional ini terasa istimewa karena pilihan desain, susunan acara dan pesertanya dirangkai sedemikian rupa sehingga sesuai dengan temanya.

Warna dasar yang menjadi latar belakang acara ini adalah merah putih (dimensi kebangsaan) yang dirangkai dengan motif batik mega mendung (dimensi akulturasi budaya).

“Rangkaian acara juga dibuat untuk menjiwai kesatuan dalam kebinekaan Indonesia,” ucapnya.

Dia mencontohkan alat musik klasik Guzheng digunakan untuk mengiringi lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Sebaliknya Kolintang digunakan untuk mengiringi lagu-lagu daerah Indonesia maupun lagu Mandarin.

Atraksi khas Tionghoa Barongsai juga ditampilkan bersama dengan Reog dan Ondel-ondel. Aneka kuliner khas Tionghoa dan makanan dari berbagai daerah di Indonesia juga bisa dinikmati di sini. Festival ini terbuka untuk masyarakat umum di JIEXPO Kemayoran pada 7-10 Februari 2019, mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB.

“Kami berharap Perayaan Imlek Nasional 2019 bisa menjadi momentum penting untuk Suku Indonesia Tionghoa dalam membangun Bangsa Indonesia yang besar, makmur, damai dan berkeadilan serta menjunjung tinggi toleransi dengan cara terus merajut kebinekaan dan memperkokoh persatuan Indonesia,” pungkas Sudhamek. (esy/jpnn)

 

LEAVE A REPLY