Harga Rumah Bersubsidi Berpotensi Naik

0
26

Pertama.id-Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Edy Djuwadi mengaku telah mengusulkan kenaikan harga rumah bersubsidi.

“Untuk zona Kaltim usulan kami Rp 150 jutaan. Kalau full finishing, Rp 170 jutaan,” ujar Edy, Minggu (27/1).

Kenaikan tersebut dilatarbelakangi meningkatnya harga sejumlah komponen produksi.

Di antaranya bahan material seperti besi, atap, dan kayu. Kenaikannya berkisar sepuluh persen sejak pertengahan tahun lalu.

Edy menuturkan, rumah full finishing yang ditawarkan memungkinkan pengguna langsung dapat menempati hunian tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Sebab, selama ini konsumen yang ingin menempati kerap merogoh kocek tambahan untuk finishing.

“Dengan adanya kenaikan tersebut, tambahan biaya sudah termasuk dalam KPR,” ujar Edy.

Dia membeberkan, rata-rata biaya tambahan yang dikeluarkan konsumen untuk mencapai hunian full finishing berkisar Rp 20 jutaan.

Itu juga yang membuatnya optimistis kenaikan tersebut tidak akan memberatkan. Sebaliknya, menguntungkan konsumen.

Terlebih sejak dua tahun terakhir permintaan hunian bersubsidi semakin menanjak.

Menurut dia, sepanjang 2018, REI Balikpapan berhasil membangun sebanyak lima ribu hunian berasal dari delapan pengembang.

Tahun ini, sambung Edy, pihaknya menargetkan dapat membangun dalam jumlah yang sama.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltim Sunarti mengatakan, usulan Apersi harga rumah naik menjadi Rp 153 juta.

Namun, pihaknya belum tahu berapa harga yang akan ditetapkan.

“Sampai sekarang kami juga masih menunggu ketentuan yang baru,” kata Sunarti. (aji/ndu/k15)

LEAVE A REPLY