Gus Yaqut Perintahkan Kader Banser dan Ansor Bantu Amankan Pemilu – Pilpres 2019

0
13

Pertama.id-Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas tidak memungkiri bahaya hoaks dan ujaran kebencian yang bisa merusak ketenangan di tengah masyarakat.

Menurut pria yang karib disapa Gus Yaqut itu, hoaks dan ujaran kebencian membuat masyarakat terbelah.

Selain itu, ada perasaan saling tidak percaya di tengah masyarakat. Hal itu masih ditambah dengan isu kerusuhan dan intimidasi dari kelompok tertentu pada Pemilu 2019.

“Jika dibiarkan terus berlangsung, akan merusak tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Gus Yaqut usai Apel Kebangsaan Satu Janji Satu Negeri di Alun-Alun Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (24/3).

Di depan ribuan anggota Banser yang mengikuti apel, Gus Yaqut mengajak masyarakat Indonesia memerangi hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

Pria berkacamata itu juga mengajak masyarakat menciptakan kesejukan menjelang pemungutan suara pada Pemilu 2019.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak memercayai isu akan adanya kerusuhan menjelang, saat, dan setelah Pemilu 2019.

Dia juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isu akan adanya intimidasi dari kelompok tertentu.

“GP Ansor mendorong sekaligus percaya Polri dibantu TNI bertindak profesional dalam menjamin stabilitas politik dan keamanan Pemilu 2019,” ujar Gus Yaqut.

Karena itu, Gus Yaqut mengimbau masyarakat tidak perlu ragu menggunakan hak pilih pada 17 April 2019.

Gus Yaqut mengatakan, Pimpinan Pusat GP Ansor menginstruksikan kepada semua kader GP Ansor dan Banser untuk membantu Polri dan TNI mengamankan situasi hari pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS-TPS seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Abdul Rochman menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan Rapat Koordinasi Nasional GP Ansor se-Indonesia di Jakarta.

Menurut pria yang karib disapa Adung itu, rakornas akan membahas situasi politik terkini, terutama menyangkut pemilu serentak.

Selain itu, imbuh Adung, GP Ansor juga akan mendeklarasikan gerakan Rabu Putih.

“Itu adalah sebuah gerakan masyarakat yang bertujuan memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih Indonesia datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya/mencoblos pada Pemilu 2019 secara bebas dan nyaman, tanpa rasa takut atau merasa terintimidasi oleh kelompok mana pun,” kata Adung.(jos/jpnn)

LEAVE A REPLY