Fadli Zon Kecam Ratna Sarumpaet Karena Berbohong

0
94

Pertama.id-Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengecam kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet (RS). Ratna berbohong telah dianiaya sehingga membuat banyak pihak tertipu.

“Saya kira kejadian ini sangat patut disayangkan, dan saya juga sudah mengecam tindakan yang dilakukan oleh Bu RS ya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10).

Fadli mengaku mengenal Ratna sebagai seorang yang mempunyai integritas dan keberpihakan kepada rakyat. Selain itu, juga sebagai seorang ibu berusia 70 tahun yang kritis terhadap berbagai peristiwa.

Fadli mengaku waktu itu mendengarkan pengaduan Ratna. Dia sudah menyarankan Ratna melapor kepada kepolisian dan divisum. Pun demikian saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden Prabowo Subianto.

Prabowo, kata Fadli, menyarankan untuk dilakukan visum dan menyiapkan semua untuk dilaporkan kepada kepolisian. Lalu kemudian, kata Fadli, muncul banyak berita soal dugaan penganiayaan Ratna. Dia pun dikonfirmasi sejumlah wartawan usai rapat paripurna DPR, Selasa (2/10).

“Saya juga menelepon Bu Ratna, “bagaimana Bu Ratna ini ada pertanyaan-pertanyaan dan ini juga menjadi berkembang”. Saya, karena waktu itu saya masih menyarankan untuk dilaporkan dan (harus) ada visum, tentu harus ada penjelasan. Itulah yang saya jelaskan,” katanya.

Karena itu, Fadli membantah mengetahui kebohongan Ratna tersebut. Dia memastikan tidak tahu jika cerita Ratna itu bohong, sebelum ada pengakuan yang bersangkutan.

“Jadi, kami tidak tahu menahu bahwa itu sebuah kebohongan,” tegas Fadli.

Dia menilai pelaporannya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) maupun Polri salah alamat. Menurut Fadli, pihaknya tidak punya alat melakukan verifikasi terkait pengaduan Ratna. Yang bisa melakukan verifikasi adalah dokter, polisi.

“Memang itulah yang kami arahkan. Kami tidak mengatakan ini ada seorang warga negara mengku dianiaya dan ini luar biasa ini kan jahat, itulah yang perlu diverifikasi, begitu. Apalagi ini bukan orang sembarangan,” ungkapnya.

Fadli juga merasa tidak ikut menyebarkan hoaks. Menurut dia, respons adanya pengaduan seperti yang disampaikan Ratna itu sebenarnya biasa.

“Saya tidak merasa (ikut sebar hoaks). Bahwa ada pengaduan seperti itu biasa saja kok. Dari mana menyebarkannya?” katanya.

Menurut Fadli, ketika mendapatkan kabar dari Ratna, wajar-wajar saja jika langsung merespons secara aktif. Apalagi, kata dia, ini seorang ibu 70 tahun mengaku dianiaya.

“Masa kami tidak melakukan apa-apa, kemudian kami bilang itu ada penganiayaan. Tapi kami juga sarankan untuk dilaporkan ke polisi dan juga harus ada visun,” paparnya.

Fadli mengatakan, duduk persoalannya sudah jelas. “Cuma kami memang sangat menyayangkan, menyesalkan dan ini sebuah hal yang luar bisa terjadi,” pungkas Fadli.(boy/jpnn)

LEAVE A REPLY