Erick Thohir dan Cak Imin Ramaikan Bursa Ketum PSSI

0
80

Pertama.id-Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meramaikan bursa ketua umum PSSI.

Erick sudah menyatakan keinginannya mengelola Liga Indonesia pada Oktober 2018 lalu.

Beberapa pihak pun mendukung keinginan Erick. Salah satunya ialah mantan pemain Persija Jakarta Leo Saputra.

Dia berharap Erick bisa membenahi sengkarut kompetisi sepak bola nasional.

“Semua sudah tahu bagaimana kondisi liga sepak bola kita. Tidak heran, kualitas timnas senior kita tidak pernah berprestasi tinggi karena buah dari kompetisi yang karut-marut,” kata Leo.

Di sisi lain, Muhaimin justru mengajukan diri. Pria yang karib disapa Cak Imin itu mengutarakan keinginannya menjadi ketum PSSI melalui akun Twitter miliknya.

A Muhaimin Iskandar

@cakimiNOW

Saya siap memimpin PSSI, biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia.

1,938 people are talking about this

“Saya siap memimpin PSSI biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia,” tulis Cak Imin, Rabu (23/1).

Di sisi lain, Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono memilih berteka-teki mengenai keinginannya menjadi ketum PSSI.

“Tugas saya sudah selesai. Jika saya tidak mengambil risiko, peta tidak akan pernah berubah. Jika bangsa dan negara yang memanggil, ditempatkan di mana pun saya harus siap,” kata Suhendra.

Suhendra memang menjadi salah satu tokoh di balik mundurnya Edy dari kursi ketum PSSI.

DIA mendirikan KPSN pada awal Oktober lalu dengan merekrut para ahli dari berbagai bidang.

Di antaranya, mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, eks pemain dan pelatih, praktisi hukum, hingga wartawan.

Komisioner Bidang Hukum KPSN Erwin Mahyudin menjelaskan, pembentukan Satgas Antimafia Bola pada 22 Desember 2018 tidak luput dari inisiasi KPSN yang menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk memberantas pengaturan skor.

Bareskrim pun menerbitkan Surat Perintah No: Sprin/4976/X/2018/Bareskrim tertanggal 29 Oktober 2018.

“Jadi, kalau ada orang yang tidak ‘berkeringat’ menumbangkan ER (Edy Rahmayadi) lalu berebut kursi ketum PSSI, bercerminlah. Selayaknya yang menjadi ketum PSSI adalah orang yang berjasa menumbangkan ER,” kata Erwin. (jos/jpnn)

LEAVE A REPLY