Elektabilitas Caleg PSI Lampaui Tiga Petahana di Jabar III

0
34

Pertama.id-Tiga caleg pendatang baru diperkirakan bakal mengalahkan petahana di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat III. Survei Y-Publica menunjukkan politisi PDIP Maruarar Sirait dan sekjen PAN Eddy Soeparno unggul dalam raihan elektabilitas.

Maruarar yang pindah dari dapil Jabar IX unggul sebesar 11,9 persen, sedang Eddy meraih 6,5 persen. Lalu caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daniel Tumiwa yang merupakan praktisi e-commerce menyusul dengan elektabilitas 5,1 persen.

Ketiga nama tersebut bersaing dengan caleg petahana seperti Eka Sastra dari Golkar (9,0 persen), Ahmad Riza Patria dari Gerindra (6,4 persen), dan Diah Pitaloka dari PDIP (5,6 persen).

“Caleg petahana lainnya sebagian berpeluang terpilih kembali, sedang sisanya masih harus berjuang mempertahankan kursi”, ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya di Jakarta, pada Jumat (8/3).

 

Di antaranya Sjarifuddin Hasan dari Demokrat (4,3 persen), Joko Purwanto dari PPP (3,5 persen), dan Ecky Awal Muharam dari PKS (2,4 persen).

Tiga lainnya terancam kehilangan kursi, yaitu Neng Eem Marhamah dari PKB (1,9 persen), Deding Ishak dari Golkar (1,5 persen), dan Djoni Roliandrawan dari Hanura (1,1 persen). Mereka harus berebut tempat dengan caleg pendatang baru seperti mantan bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Saleh (2,4 persen) dan politisi senior Noviantika Nasution (1,8 persen).

Ada pula artis Hemalia Putri yang dipasang oleh Gerindra (1,4 persen) dan politisi muda Nasdem yang juga putra Menteri Siti Nurbaya, Ananda Tohpati (1,0 persen). Lalu pengurus pusat Golkar Budhy Setiawan (0,6 persen) dan PPP Andi Surya Wijaya (0,4 persen). Tercatat pula caleg PSI Suci Mayang Sari (0,8 persen) dan M Rifki Aria Nugraha (0,1 persen).

“Mereka yang belum menentukan pilihan masih cukup tinggi, mencapai 29,6 persen,” kata Rudi.

Ini memberi peluang bagi caleg-caleg petahana maupun pendatang baru untuk memperbesar raihan elektabilitas. “Nama-nama caleg yang lain elektabilitasnya terlalu kecil, yang jika ditotal keseluruhannya hanya tersisa 6,8 persen,” pungkas Rudi.

Survei Y-Publica menggunakan responden sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (dil/jpnn)

LEAVE A REPLY