Dugaan Pemerasan terhadap Tony Sutrisno, Kompolnas Akan Berkoordinasi dengan Itwasum Polri

0
76

Pertama.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) merespons dugaan pemerasaan terhadap Tony Sutrisno, pelapor penipuan arloji Richard Mille yang diduga melibatkan Irjen AR dan sejumlah perwira Polri.

Dugaan pemerasan mencuat setelah diagram berisi nama-nama oknum petinggi Polri yang diduga terlibat beredar di media sosial.

Tony pun sebelumnya mengakui dirinya diperas oknum polisi tersebut.

Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim menyebut akan berkomunikasi dengan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) dan Divisi Propam Polri terkait masalah itu, apalagi jika korban mengakui adanya pemerasan.

“Tentu ini penting untuk didalami dan kami akan mencoba berkoordinasikan dengan pihak pengawas internal, baik inspektorat pengawasan umum atau terkait pengawasan etika profesi di propam,” kata Yusuf saat dihubungi wartawan, Minggu (30/10).

Yusuf mengatakan sudah menjadi tugas Kompolnas mengawasi kinerja anggota Polri, sehingga pengaduan korban dugaan pemerasaan oleh oknum polisi itu akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme.

“Kompolnas sebagai pengawas fungsional yang menilai dan memantau kinerja Polri. Kami akan berkoordinasikan (soal) adanya bagan-bagan semacam ini ke pihak pengawas internal,” ujar Yusuf.

Dia pun berharap pihak korban bisa membuat laporan karena kasus ini sudah menjadi konsumsi publik agar segera diproses.

Dengan demikian kepercayaan publik kepada kepolisian bisa pulih. “Kami akan pantau kasus ini karena menjadi perhatian publik,” ujar dia.

Sebelumnya diagram yang menggambarkan skema dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tony Sutrisno (TS) oleh oknum petinggi Polri beredar di media sosial.

Konon pemerasan itu terjadi saat TS mengurus laporannya tentang kasus dugaan penipuan pembelian jam tangan mewah merek Richard Mille seharga Rp 77 miliar yang dialaminya.

Pada diagram itu tertulis sejumlah nama periwra Polri, antara lain Irjen AR, Kombes Ri, Kompol A, dan beberapa nama lainnya.

Tony sendiri konon dimintai uang Rp 3,7 miliar dengan iming-iming kasusnya akan segera terselesaikan.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi terkait diagram dugaan pemerasan itu hanya menjawab singkat. Menurut jenderal bintang dua itu, informasi pada diagram itu kasus lama.

“Kejadian lama dan sudah dijelaskan,” kata Irjen Dedi melalui pesan singkat kepada JPNN.com, Minggu (23/10).

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY