Datangi Desa di Cianjur Ini, Yenny Wahid Keluhkan Lambatnya Bantuan hingga Evakuasi Bayi

0
28

Pertama.id – Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh mengunjungi Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Wanita yang akrab disapa Yenny Wahid itu ingin memeriksa dan memberikan bantuan kepada korban terdampak gempa.

Di lokasi yang dikunjungi, Yenny melihat pemerintah belum menyasar ke tempat tersebut.

Setelah berdialog dengan warga sekitar yang terdampak bencana, Yenny menerangkan bantuan pemerintah di Desa Wangun Jaya masih minim bantuan.

Oleh karena itu, Yenny mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk lebih peka dan cepat dalam mendistribusikan bantuan dari pemerintah.

Selain menyalurkan bantuan, dalam kesempatan itu, Yenny juga mengevakuasi bayi berusia sembilan bulan yang mengalami cedera di kepala imbas tertimpa reruntuhan rumah.

Bayi bernama Evi tersebut kini dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan medis yang memadai.

“Ketika diperiksa oleh tim dokter kami, si bayi muntah-muntah. Oleh karena itu, perlu diperiksa lebih lanjut bagaimana kondisi luka di kepalanya. Dikhawatirkan ada peradangan di bagian kepala,” jelas Yenny.

Yenny menjelaskan bayi sedang berada dalam dekapan ibunya saat bertemu.

Bayi itu belum mendapatkan pertolongan medis yang memadai.

“Ibu Lutfia (orang tua bayi) sempat ragu, namun setelah diyakinkan, akhirnya mengizinkan agar bayinya dievakuasi ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis akibat cedera kepala,” jelas Yenny.

Sementara itu, dr Anang Ahmadi yang menangani Evi, mengatakan saat ini bayi tersebut sudah mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit. Pihaknya sedang memeriksa kondisi cedera kepala dan trauma bayi tersebut.

“Kalau hasil rontgen tidak masalah, maka mereka bisa segera pulang. Namun kalau ternyaya cedera kepalanya parah maka harus dirujuk ke rumah sakit di Bandung, karena rumah sakit yang berada di Cianjur lumpuh akibat gempa,” ungkap dr. Anang.

Gempa Cianjur setidaknya berdampak pada 12 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur Herman Suherman telah menetapkan masa tanggap darurat selama 30 hari per Senin (21/11).

Hingga kini, Tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian korban yang masih hilang.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY