China Periksa Potensi Korupsi Regulator Perusahaan Finansial

0
21

Pertama.id – Pemerintah China tengah melakukan penyelidikan terhadap regulator finansial yang terdiri dari perbankan, asuransi, dan manajer utang untuk pertama kalinya dalam 6 tahun. Pemeriksaan dilakukan untuk membasmi korupsi di dalam sistem keungan yang nilainya US$54 triliun. Dilansir Bloomberg pada Selasa (12/10/2021), Komisi Pusat Inspeksi Disiplin China (CCDI) akan memulai inspeksi anti korupsi selama 2 bulan pada Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China (CBIRC).

Mereka telah menerima laporan dari sumber atau whistleblower hingga 15 Desember, menurut pernyataan pada Senin petang. Kepala CBIRC Guo Shuqing mengatakan langkah ini merupakan cerminan dari keseriusan Partai Komunis dalam memberantas korupsi pada otoritas finansial. Langkah ini juga menggambarkan semakin kerasnya sikap Partai terhadap kader dan eksekutif korporasi. Regulator perbankan yang diperiksa di antaranya adalah organisasi keuangan yang juga melewati proses pemeriksaan oleh Partai Komunias sejak 2017.

Adapun pemeriksaan lainnya juga akan dilakukan pada lembaga pemerintah pusat dan daerah, serta perusahaan milik negara. target yang paling baru adalah bank sentral, Bank Rakyat China, Komisi Pengaturan Sekuritas China, bursa saham Shanghai dan Shenzhen, perbankan plat merah terbesar, termasuk manajer kredit macet seperti China Huarong Asset Management Co.

Lebih dari 1,5 juta petugas pemerintah telah dihukum sepanjang kampanye anti korupsi tersebut. Yang paling santer adalah keputusan hukuman mati untuk Lai Xiaomin, mantan chairman Huarong, dan hukuman penjara seumur hidup Hu Huaibang, mantan China Development Bank. Pada Selasa, saham perusahaan keuangan China berfluktuasi pada Selasa di Shanghai, di mana Agricultural Bank of China Ltd., dan Industrial & Commercial Bank of China Ltd., sedikit berubah dan Bank of China Ltd., tergelincir 0,3 persen. “Tindakan pada perusahaan keuangan akan menimbulkan ketidakpastian apakah akan ada tindakan hukuman seperti denda atau regulasi yang lebih ketat dalam kegiatan pinjam meminjam,” kata ahli strategi pasar IG Asia Pte Jun Rong Yeap.

Tindakan pemeriksaan ini juga bersamaan dengan pengetatan platform fintech hingga pengembang properti untuk menghindari risiko krisis. Hal ini lantas berdampak pada investor global yang menjadi bingung oleh regulator Beijing yang menargetkan perusahaan teknologi besar dan juga industri lain seiring dengan kampanye kemakmuran bersama yang bertujuang untuk mengurangi gap orang kaya. Kepala CCDI Zaho Leji mengatakan pemeriksaan ini akan memperlihatkan kesadaran politik para pemimpin partai dari masing-masing perusahaan dan permasalahan yang menghambat pertumbuhan industri keuangan China.

Dalam pemeriksaaan tahun-tahun sebelumnya, Beijing telah mengirim tim untuk memeriksa regulator pendidikan, universitas top, pemerintah daerah, propaganda, pengawas dunia maya dan perusaahaan milik negara terbesar dan departemen pemerintah lainnya. Perlu diketahui, pemeriksaan terakhir di sektor keuangan dilakukan pada akhir 2015 ketika CCDI fokus pada 21 entitas. Namun, bedanya, pemeriksaan itu tidak termasuk empat manajer kredit macet. Sementara inspeksi sering mengarah pada perbaikan pelanggaran dan terkadang penyelidikan lebih lanjut ke dalam transaksi dan pejabat yang mencurigakan.

Sumber : Bisnis.com

LEAVE A REPLY